<link rel="stylesheet" href="styles.f3b1fba60ec7970c.css">

Optimalisasi Manajemen Perubahan dalam Percepatan Transformasi Digital di Industri Manufaktur

Loading...
Thumbnail Image

Date

Journal Title

Journal ISSN

Volume Title

Publisher

Universitas Islam Indonesia

DOI

Abstract

Transformasi digital di industri manufaktur Indonesia masih menghadapi tantangan yang signifikan, di mana sebagian besar inisiatif perubahan belum mampu mencapai tujuan yang diharapkan. Salah satu penyebab utama kegagalan tersebut adalah tingginya resistensi karyawan terhadap perubahan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor kritis dalam implementasi Manufacturing Execution System (MES) 3.0 di PT. X dengan menggunakan model ADKAR (Awareness, Desire, Knowledge, Ability, Reinforcement), serta menguji peran resistensi karyawan sebagai variabel pemoderasi dalam hubungan tersebut. Penelitian ini menggunakan metode campuran (mixed methods) dengan desain explanatory sequential. Data kuantitatif dikumpulkan melalui kuesioner terhadap 248 karyawan dan dianalisis menggunakan regresi berganda serta Moderated Regression Analysis (MRA). Selanjutnya, data kualitatif diperoleh melalui wawancara mendalam dengan 10 informan kunci dan dianalisis secara tematik untuk memperdalam pemahaman terhadap hasil kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Awareness (β = −0,315; p < 0,001), Knowledge (β = −0,287; p < 0,001), dan Ability (β = −0,246; p < 0,01) berpengaruh signifikan terhadap keberhasilan implementasi MES 3.0, sementara Desire dan Reinforcement tidak menunjukkan pengaruh yang signifikan. Temuan penting lainnya mengungkap bahwa resistensi karyawan berperan sebagai variabel pemoderasi yang memperlemah hubungan antara Awareness (β = 0,183; p < 0,01) dan Knowledge (β = 0,156; p < 0,05) dengan keberhasilan implementasi. Analisis kualitatif memperkuat temuan tersebut dengan mengidentifikasi bahwa pendekatan awareness yang bersifat satu arah, pelatihan yang tidak terintegrasi dengan realitas kerja di lapangan, serta lemahnya sistem penguatan pasca-implementasi menjadi akar permasalahan utama dalam implementasi MES 3.0. Penelitian ini menyimpulkan bahwa pendekatan manajemen perubahan konvensional belum efektif dalam konteks organisasi dengan tingkat resistensi yang tinggi. Oleh karena itu, penelitian ini mengusulkan perlunya pendekatan manajemen perubahan yang lebih terintegrasi dengan menempatkan pengelolaan resistensi sebagai inti strategi dalam mempercepat transformasi digital di industri manufaktur Indonesia.

Description

Citation

Endorsement

Review

Supplemented By

Referenced By