Strategi Peningkatan Sertifikasi Halal Berdasarkan Karakteristik Menggunakan Metode K – Means Cluster pada UMKM di Yogyakarta
Files
Date
Authors
Journal Title
Journal ISSN
Volume Title
Publisher
DOI
Abstract
UMKM Halal memiliki potensi sebagai penggerak ekonomi suatu negara, khususnya pada negara yang bermayoritas muslim. Saat ini Indonesia merupakan negara dengan masyarakat yang beragama muslim sebanyak 241,7 dari populasi sebanyak 277,75 jiwa juta jiwa, sehingga industri halal menjadi sesuatu yang dibutuhkan di Indonesia pada tahun terakhir ini. Saat ini pemerintah sedang mendorong pertumbuhan industri ekonomi untuk memiliki sertifikasi halal, dengan mengeluarkan peraturan Undang-Undang No. 33 Tahun 2014 mengenai Jaminan Produk Halal bahwa mewajibkan pelaku UMKM untuk memiliki sertifikasi halal. Namun saat ini kepemilikan sertifikasi halal pada UMKM masih rendah yakni hanya 65.000 dari total 65 JT UMKM yang ada, artinya hanya 1% UMKM yang memiliki sertifikasi halal. Untuk mengetahui pelaku UMKM yang belum mengetahui mengenai sertifikasi halal maka dilakukan pengelompokan UMKM berdasarkan karakteristik UMKM dengan menggunakan variabel Pengetahuan, Kesadaran, Akses Informasi dan Persepsi. Sebelum melakukan pengelompokkan maka dilakukan penentuan cluster optimal dengan menggunakan elbow method, sehingga cluster optimal yang terbentuk adalah 3 cluster. Selain itu berdasarkan dari pengelompokkan menggunakan k means cluster dengan menggunakan software SPSS menunjukkan bahwa. pada cluster 1 menghasilkan kelompok yang paham, cluster 2 menghasilkan kelompok yang cukup paham, cluster 3 menghasilkan kelompok yang tidak paham. Sehingga strategi yang diusulkan untuk UMKM dapat memiliki sertifikasi halal adalah dengan melakukan sosialisasi dan pendampingan.