<link rel="stylesheet" href="styles.f3b1fba60ec7970c.css">

Perencanaan Kebijakan Perawatan Pada Inverter Menggunakan Metode Reliability Centered Maintenance (Rcm) (Studi Kasus: Plts Xyz)

Loading...
Thumbnail Image

Date

Journal Title

Journal ISSN

Volume Title

Publisher

DOI

Abstract

Inverter merupakan perangkat yang berfungsi mengubah arus searah (DC) dari panel surya menjadi arus bolak-balik (AC) sesuai standar jaringan listrik. Pada sistem PLTS on-grid, kerusakan inverter menjadi faktor utama penurunan kinerja sistem. Permasalahan ini juga terjadi pada PLTS XYZ, di mana gangguan pada inverter terbukti menurunkan nilai Performance Ratio (PR) secara signifikan sehingga berdampak pada berkurangnya keandalan produksi energi listrik. Penelitian ini menggunakan metode Reliability Centered Maintenance (RCM) sebagai pendekatan utama karena RCM mampu menentukan tindakan yang tepat untuk menjaga sistem tetap berfungsi optimal sesuai tujuannya. Hasil analisis menunjukkan bahwa jenis kerusakan paling kritis adalah Low Insulation Resistance dengan nilai Risk Priority Number (RPN) tertinggi sebesar 200, selanjutnya ditetapkan strategi perawatan Time Directed (TD) pada komponen kritis tersebut. Berdasarkan perhitungan diperoleh nilai Mean Time to Failure (MTTF) sebesar 4.271,92 menit, Mean Time to Repair (MTTR) sebesar 527,5 menit, interval penggantian komponen atau acuan perencanaan kebutuhan spare part sebesar 3 hari, serta interval pemeriksaan setiap 3.6 hari jika dihitung 12 jam kerja/hari, nilai availability sistem mencapai 90%. Kesimpulan dari penelitian ini adalah penerapan tindakan perawatan yang tepat dapat meminimalkan risiko kegagalan pada proses produksi energi dan memastikan inverter beroperasi sesuai standar kinerja yang ditetapkan.

Description

Citation

Endorsement

Review

Supplemented By

Referenced By