Evaluasi Penyimpanan Obat Di Gudang Farmasi Puskesmas Jogonalan I Klaten Tahun 2020
Date
Authors
Journal Title
Journal ISSN
Volume Title
Publisher
DOI
Abstract
Tahap penyimpanan bertujuan untuk mempertahankan mutu sediaan farmasi yang tersedia di Puskesmas sesuai dengan syarat yang berlaku. Penyimpanan obat dapat memberikan dampak buruk dan akan mengakibatkan kerugian apabila tidak dilakukan dengan efektif dan efisien. Penelitian bertujuan untuk mengetahui gambaran kesesuaian penyimpanan obat di Gudang Farmasi Puskesmas Jogonalan I Klaten checklist berdasarkan Permenkes No. 74 Tahun 2016 tentang Standar Pelayanan Kefarmasian di Puskesmas dan Peraturan Badan Pengawas Obat dan Makanan No. 9 Tahun 2019 Tentang Pedoman Teknis Cara Distribusi Obat Yang Baik (CDOB) serta mengevaluasi penyimpanan obat di gudang farmasi berdasarkan indikator penyimpanan obat. Penelitian ini bersifat observasional deskriptif dengan rancangan penelitian cross-sectional. Data diperoleh dari observasi dokumen dan lapangan menggunakan checklist berdasarkan peraturan. Data pendukung didapat dari wawancara dengan Asisten Apoteker di Puskesmas. Data akan diolah secara deskriptif. Hasil persentase checklist kesesuaian penyimpanan di gudang farmasi dari ketiga kategori sebesar 66,67% ; 46,67% ; 64,29% dengan rata-rata kesesuaian 59%, sehingga untuk penyimpanan obat di Puskesmas Jogonalan I Klaten belum sesuai dengan checklist dan peraturan. Hasil indikator penyimpanan obat diperoleh kecocokan jumlah obat fisik dengan kartu stok 100%, persentase stok mati 18,75%, persentase rata-rata waktu kekosongan obat 41,17, persentase obat kadaluarsa 30,34%, dan nilai TOR sebesar 2,27 kali/tahun. Nilai indikator penyimpanan obat terdiri dari 1 indikator memenuhi standar dan 4 indikator lain tidak memenuhi standar.