Analisis Pengetahuan dan Sikap Wanita Hamil Terhadap Swamedikasi di Puskesmas Wilayah Kabupaten Sleman
Files
Date
Authors
Journal Title
Journal ISSN
Volume Title
Publisher
DOI
Abstract
Latar Belakang: Swamedikasi merupakan pengobatan gejala penyakit yang dialami tanpa mengunjungi dokter. Pada kehamilan dianggap berpotensi menyebabkan banyak munculnya efek pada janin. Perlu dilakukan pemantauan penggunaan obat pada ibu hamil karena dapat mengakibatkan efek buruk yang terjadi pada ibu dan janin. Tujuan: Mengetahui pengetahuan dan sikap wanita hamil, serta mengetahui hubungan karakteristik dengan pengetahuan dan sikap wanita hamil terhadap swamedikasi di Puskesmas wilayah Kabupaten Sleman. Metode: Penelitian ini merupakan Analisis Deskriptif rancangan Cross-Sectional. Sampel merupakan wanita hamil yang memenuhi kriteria inklusi yang berjumlah 145 Pengumpulan data dilakukan selama periode April – Juni 2024 dengan kuesioner dan dianalisis menggunakan uji rank spearman dan chi-square. Hasil: Karakteristik responden yaitu usia <20-30 tahun (64,1%), usia kehamilan trimester III (27-40 minggu) (36,5%), jumlah kehamilan primigravida (55,8%), pendidikan terahir lulusan SMP-SMA (74,4%), ibu rumah tangga (tidak bekerja) (53,7%), pendapatan keluarga ≤3 Juta (73,1%), jarak rumah ke fasilitas kesehatan ≤2 km (70,3%), tidak memiliki penyakit kronis selama hamil (85,5%). Tingkat pengetahuan wanita hamil yang melakukan swamedikasi (68,8%) dan tidak melakukan swamedikasi (68%) tinggi dan sikap wanita hamil yang melakukan swamedikasi (62,2%) dan tidak melakukan swamedikasi (73%) positif. Kesimpulan: Terdapat hubungan yang signifikan antara usia, pendidikan dan pendapatan dengan sikap swamedikasi yaitu nilai p value 0,023, 0,017 dan 0,036.