<link rel="stylesheet" href="styles.f3b1fba60ec7970c.css">

Hubungan Indeks Massa Tubuh dengan Keberhasilan Pengobatan Tuberkulosis Paru di Puskesmas Mlati 1

Loading...
Thumbnail Image

Date

Journal Title

Journal ISSN

Volume Title

Publisher

Universitas Islam Indonesia

DOI

Abstract

Latar Belakang: Indonesia menduduki peringkat kedua kasus TBC terbanyak di dunia, di mana Puskesmas Mlati 1 memiliki jumlah suspek tertinggi di wilayahnya. Indeks Massa Tubuh (IMT) sangat krusial karena status gizi buruk memperlemah sistem imun dan menghambat penyembuhan, sehingga perlu dipastikan hubungannya dengan keberhasilan pengobatan. Tujuan Penelitian: Penelitian ini bertujuan untuk memastikan dan menganalisis hubungan antara Indeks Massa Tubuh (IMT) dengan keberhasilan pengobatan tuberkulosis paru di wilayah kerja Puskesmas Mlati 1. Metode Penelitian: Penelitian kuantitatif analitik dengan data sekunder rekam medis Puskesmas Mlati 1 Sleman tahun 2024 dan 2025. Analisis univariat menggunakan distribusi frekuensi, analisis bivariat menggunakan fisher exact test, dan uji multivariat dengan regresi logistic. Hasil: Uji statistik menunjukkan tidak ada hubungan yang bermakna antara status gizi, usia, dan jenis kelamin dengan keberhasilan pengobatan TB paru. Status gizi normal–overweight memiliki persentase kesembuhan 70,8% (p=0,438; OR=1,943), usia pralansia–lansia 88,9% (p=0,212; OR=5,714), dan laki-laki 71,4% (p=0,471; OR=0,560); seluruhnya menunjukkan kecenderungan peluang sembuh lebih besar pada kelompok tertentu, namun tidak signifikan secara statistik. Simpulan: Tidak ada hubungan signifikan antara IMT dan keberhasilan pengobatan TB paru (H0 diterima). Namun, pasien dengan status gizi normal menunjukkan peluang kesembuhan tertinggi, sehingga gizi seimbang tetap mendukung efektivitas terapi.

Description

Citation

Endorsement

Review

Supplemented By

Referenced By