<link rel="stylesheet" href="styles.f3b1fba60ec7970c.css">

Analisis Risiko Kecelakaan Kerja menggunakan Metode Construction Safety Analysis Peningkatan Ruas Jalan P.11 Desa Galih Sari

Loading...
Thumbnail Image

Date

Journal Title

Journal ISSN

Volume Title

Publisher

Universitas Islam Indonesia

DOI

Abstract

Peraturan Menteri PUPR No. 10 Tahun 2021 menjelaskan bahwa kecelakaan konstruksi sering terjadi akibat kelalaian dalam tahap pekerjaan konstruksi, terutama karena ketidakpatuhan terhadap standar keamanan, keselamatan, kesehatan, dan keberlanjutan. Hal ini dapat mengakibatkan kerugian materi, waktu, serta risiko kematian, cacat permanen, atau kerusakan lingkungan. Data dari proyek PT. Hutama Marga Waskita menunjukkan bahwa penyebab utama kecelakaan adalah tindakan tidak aman (Unsafe Action) dan kondisi tidak aman (Unsafe Condition), dengan tindakan tidak aman lebih sering terjadi di proyek tersebut. Observasi peneliti di PT. Hutama Marga Waskita mengungkapkan kurangnya kesadaran dan kepedulian terhadap pentingnya penggunaan Alat Pelindung Diri (APD). Melihat banyaknya kasus kecelakaan di industri konstruksi, penerapan Sistem Manajemen Keselamatan Konstruksi (SMKK) menjadi sangat penting untuk mengurangi, mencegah, atau bahkan menghilangkan kemungkinan terjadinya kecelakaan serta memastikan keselamatan kerja. SMKK juga membantu perusahaan dalam mengelola tenaga kerja dengan lebih cepat dan efektif. Tujuan utama dari sistem manajemen keselamatan dan kesehatan kerja adalah menciptakan rasa aman, nyaman, dan tenang bagi tenaga kerja dalam melaksanakan tugasnya (Srisantyorini dan Safitriana, 2020). Pada dasarnya, manajemen keselamatan dan kesehatan kerja bertujuan untuk mengidentifikasi dan mengungkap kelemahan operasional yang dapat menyebabkan kecelakaan. Tugas ini melibatkan analisis penyebab kecelakaan dan memastikan bahwa langkah-langkah pengendalian telah diterapkan dengan tepat. Mengingat bahwa biaya kecelakaan dan biaya pencegahan dapat mempengaruhi biaya produksi dan pendapatan secara keseluruhan, manajemen keselamatan dan kesehatan kerja juga mencakup perencanaan keselamatan. Penelitian ini menggunakan metode Construction Safety Analysis (CSA) pada Proyek Peningkatan Ruas Jalan Desa Galih Sari yang berlokasi di Kabupaten Musi Banyuasin, Provinsi Sumatera Selatan, khususnya dalam pekerjaan perkerasan kaku. Pengumpulan data dilakukan dengan metode observasi di lapangan dan melakukan wawancara bersama ahli K3 dan pengawas lapangan, di mana data mengenai kondisi lingkungan proyek menjadi pertimbangan untuk pembuatan form Construction Safety Analisys (CSA). Berdasarkan hasil identifikasi potensi bahaya pada pekerjaan perkerasan kaku yang mencakup 5 tahapan pekerjaan ditemukan 43 jenis potensi bahaya. Potensi bahaya yang paling banyak ditemukan pada tahap pekerjaan Lean Concrete, sedangkan jumlah potensi bahaya yang paling sedikit ditemukan pada tahap pekerjaan persiapan. Dalam penelitian ini, tindakan pengendalian bahaya yang direkomendasikan mengikuti hierarki pengendalian dan hanya mencakup tiga jenis pengendalian yaitu pengendalian teknis, pengendalian administratif, dan penggunaan Alat Pelindung Diri (APD). Hasil penelitian menunjukkan bahwa tindakan pengendalian dalam bentuk eliminasi dan substitusi tidak dapat diterapkan.

Description

Citation

Endorsement

Review

Supplemented By

Referenced By