Pemanfaatan Media Sosial oleh Dinas Komunikasi, Informatika dan Persandian Kota Yogyakarta
Files
Date
Authors
Journal Title
Journal ISSN
Volume Title
Publisher
DOI
Abstract
Dewasa ini, media sosial menjadi media mainstream yang digunakan oleh lembaga pemerintah. Fenomena media sosial oleh lembaga pemerintah ini dimulai tahun 2011, dimana terjadi lonjakan pengguna media sosial sebanyak 13 juta orang. Pemkot Jogja selaku lembaga pemerintah yang dekat dengan publiknya mempunyai empat media sosial yaitu Facebook, Instagram, Twitter dan Youtube yang dikelola oleh Diskominfosan. Pemkot Jogja banyak mendapatkan penghargaan bidang pelayanan publik digital salah satunya media sosial seperti Innovative Government Award 2021, Top Digital Award 2021 dan juara satu Keterbukaan Informasi Badan Publik 2022. Penelitian ini bertujuan mengetahui pemanfaatan media sosial oleh humas Diskominfosan khususnya bidang informasi dan komunikasi publik serta faktor pendukung maupun penghambat bagi perkembangan media sosial Pemkot Jogja. Dalam penelitian ini digunakan teori peran dan fungsi humas pemerintah, media sosial, perencanaan, tujuan, manfaat, asas media sosial lembaga pemerintah. Sehubungan dengan beragamnya media sosial Pemkot Jogja, oleh karena itu peneliti berlandaskan teori kekayaan media guna mengetahui lebih lanjut media sosial yang kaya dalam menyampaikan informasi. Keseluruhan teori membantu peneliti mengkaji pemanfaatan media sosial oleh Diskominfosan. Penelitian ini termasuk kualitatif deskriptif karena mengaplikasikan teknik wawancara, observasi dan dokumentasi untuk mencari data penelitian. Peneliti menemukan bahwa empat media sosial dimanfaatkan memenuhi empat peran kehumasan. Instagram menjadi media sosial yang paling unggul menampung keinginan masyarakat, memberikan rekomendasi kebijakan, membina hubungan baik dan melakukan publikasi kegiatan. Instagram sebagai sarana koreksi, komunikasi krisis dan pembentuk citra positif yang efektif dan efisien bagi Pemkot Jogja. Kemudian didukung Youtube, Facebook dan Twitter yang mengoptimalkan komunikasi publik Diskominfosan. Hal lain yang menjadi sumber kekuatan Diskominfosan menggunakan media sosial misalnya karakteristik media sosial yang menarik. Lalu didukung lingkungan tanggap teknologi, admin responsif, konten variatif dan komprehensif serta sumber daya materil memadai. Sedangkan kritik masyarakat, perbedaan pandangan lintas generasi, media sosial akar rumput ditambah kurang seimbang beban kerja hingga waktu dapat membahayakan eksistensi media sosial Pemkot Jogja.