Identifikasi Kandungan Mikroplastik Pada Pm2,5 Studi Kasus Basement dan Laboratorium Universitas Islam Indonesia
| dc.Identifier.NIM | 20513161 | |
| dc.contributor.author | Lelono, Meydina Purnamasari | |
| dc.date.accessioned | 2024-10-30T01:51:46Z | |
| dc.date.available | 2024-10-30T01:51:46Z | |
| dc.date.issued | 2024 | |
| dc.description.abstract | Di Indonesia mikroplastik sering ditemukan pada perairan laut, sedimen sungai, sedimen terumbu karang, dan bahkan dalam perut ikan. Namun, pada beberapa penelitian banyak ditemukan mikroplasik di udara yang sering kita hirup. Mikroplastik yang ada di dalam ruang dinilai mempunyai resiko lebih besar untuk kesehatan manusia dibandingkan dengan mikroplastik di udara luar, sehingga tingginya aktivitas manusia di dalam ruangan memungkinkan akan terpapar mikroplastik yang ada pada dalam ruangan. Pengambilan sampel udara mengacu pada SNI 16-7058-2004 tentang Pengukuran Kadar Debu Total di Udara Tempat Kerja. Low Volume Air Sampler (LVAS) merupakan alat yang digunakan untuk pengumpulan kandungan partikel di udara melalui filtrasi dengan Metode Gravimetri dan waktu pengambilan selama 8 jam. Pengukuran konsentrasi PM2,5 pada ketiga titik didapatkan hasil yang melebihi baku mutu yang ditetapkan. Dari ketiga sampel jumlah mikropastik terbanyak didapatkan pada C1 yaitu Basement FIAI UII dekat kantin sebanyak 1781 partikel atau 0,37 partikel/L. Kemudian diikuti oleh sampel C2 yaitu Basement FIAI UII dekat kantor satpam didapatkan mikroplastik sebanyak 623 partikel atau 0,13 partikel/L, dan sampel C3 pada Laboratorium Mekanika Tanah FTSP UII didapatkan hasil mikroplastik sebanyak 521 partikel atau 0,11 partikel/L. Berdasarkan tiga titik pengambilan sampel ditemukan beberapa warna yang cukup bervariatif seperti warna hitam, coklat, biru, kuning, merah, orange, pink, ungu, transparan, dan hijau. Beberapa jenis mikroplastik yang teridentifikasi melalui mikroskop yaitu fragment, fiber, film, dan pellet. Kemudian, rentang ukuran mikroplastik di udara yakni C1 (6,67 μm – 486,42 μm), C2 (1,18 μm – 611,30), dan C3 (13,82 μm – 523,33). | en_US |
| dc.identifier.uri | repository.uii.ac.id/handle/123456789/53394 | |
| dc.publisher | Universitas Islam Indonesia | en_US |
| dc.subject | LVAS | en_US |
| dc.subject | Mikroplastik | en_US |
| dc.subject | PM2,5 | en_US |
| dc.subject | Udara Dalam Ruang | en_US |
| dc.subject | Universitas Islam Indonesia | en_US |
| dc.title | Identifikasi Kandungan Mikroplastik Pada Pm2,5 Studi Kasus Basement dan Laboratorium Universitas Islam Indonesia | en_US |
| dc.type | Thesis | en_US |