Analisis Jejak Karbon Pengiriman Forklift dari Manufaktur Menuju PT X melalui Moda Transportasi Laut
Files
Date
Authors
Journal Title
Journal ISSN
Volume Title
Publisher
DOI
Abstract
Sektor transportasi menjadi salah satu penyumbang emisi gas rumah kaca (GRK) yang signifikan di dunia. Dalam konteks di Indonesia, kebutuhan transportasi barang antar negara semakin meningkat seiring dengan globalisasi dan perdagangan internasional. Penelitian ini bertujuan untuk menghitung besaran jejak karbon dari aktivitas transportasi pengiriman barang menggunakan vessel dari tiga negara berbeda ke Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta dan satu negara ke Pelabuhan Patimban, Subang, Indonesia selama periode Juli - Desember 2023. Negara-negara tersebut meliputi Jepang, Swedia, China, dan Amerika Serikat. Perhitungan jejak karbon ini dilakukan dengan metode GHG Protocol Scope 3 Kategori 4: Transportation Upstream & Distribution dan mengacu pada nilai faktor emisi yang diberikan oleh DEFRA. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rerata emisi karbon dari pengiriman barang masing-masing negara adalah sebagai berikut: Jepang menghasilkan 3.639,04 kg CO2e/ton-km, Swedia 4.265,83 kg CO2e/ton-km, China 8.956,98 kg CO2e/ton-km, dan Amerika Serikat 2.736,16 kg CO2e/ton-km. Faktor yang mempengaruhi secara signifikan dan bersifat kuat terhadap besaran jejak karbon adalah jarak tempuh dan beban muatan, sementara frekuensi pengiriman memiliki hubungan signifikan tetapi bersifat lemah. Hasil uji korelasi heteroskedastisitas dengan menggunakan scatterplot tidak menunjukkan adanya gejala heteroskedastisitas yang terjadi antar variabel.