Analisis Hubungan Indeks Kerentanan Seismik dan Ketebalan Lapisan Sedimen terhadap Risiko Gempa Bumi di Kecamatan Pacitan menggunakan Metode Hvsr (Analysis Of The Relationship Between Seismic Vulnerability Index and Sediment Thickness to Earthquake Risk in Pacitan District Using Hvsr Method)
| dc.contributor.advisor | 19511237 | |
| dc.contributor.author | Hudha, Elzan Faiqal | |
| dc.date.accessioned | 2024-01-03T02:58:37Z | |
| dc.date.available | 2024-01-03T02:58:37Z | |
| dc.date.issued | 2023 | |
| dc.description.abstract | Gempa bumi merupakan getaran yang terjadi dibawah permukaan bumi dimana energinya dapat menyebar ke segala arah dan dapat dirasakan hingga permukaan bumi. Kerusakan bangunan yang terjadi akibat gempa bumi dapat disebabkan oleh faktor geologi, seperti ketebalan lapisan sedimen di wilayah tersebut. Kondisi wilayah yang memiliki lapisan sedimen yang tebal dapat meningkatkan faktor amplifikasi sehingga menimbulkan getaran yang lebih kuat walaupun jauh dari pusat gempa bumi. Langkah yang dapat dilakukan untuk meminimalisir kerusakan yang terjadi akibat gempa bumi adalah mengidentifikasi ketebalan lapisan sedimen dan indeks kerentanan seismik terutama pada Kecamatan Pacitan. Kecamatan Pacitan merupakan salah satu kecamatan di Kabupaten Pacitan yang mempunyai tingkat bahaya tinggi terhadap gempa bumi. Hal ini diperparah dengan adanya Sesar Grindulu yang terbentang pada Kecamatan Pacitan, Kecamatan Arjosari, dan Kecamatan Tegalombo. Penelitian ini dilakukan pengukuran langsung di lapangan dengan menggunakan alat digital seismograph merek Lunitek Triton 5s. Pengukuran sinyal mikrotremor dilakukan selama 30 menit pada 47 titik pengukuran dengan interval 1,5 km yang tersebar di Kecamatan Pacitan. Data hasil pengukuran nantinya akan dianalisis dengan metode HVSR (Horizontal to Vertical Spectral Ratio) sehingga diperoleh kurva HVSR yang merepresentasikan nilai frekuensi dominan (f0 ) dan faktor amplifikasi (Ag). Setelah itu, kurva H/V dilakukan inversi untuk mendapatkan nilai kecepatan geser tanah hingga kedalaman 30 meter (Vs30). Berdasarkan ketiga parameter tersebut nantinya akan dihitung sehingga diperoleh nilai ketebalan lapisan sedimen (h) dan indeks kerentanan seismik (Kg). Hasil dari penelitian didapatkan nilai ketebalan lapisan sedimen berkisar antara 6,17 m hingga 324,10 m dimana lapisan sedimen paling tebal berada pada bagian selatan sedangkan pada bagian utara memiliki ketebalan lapisan tipis. Nilai indeks kerentanan seismik berkisar antara 0,119880098 hingga 89,09713 dimana sebagian besar wilayah masuk kedalam kategori rendah. Nilai indeks kerentanan seismik dengan ketebalan lapisan sedimen memiliki hubungan yang kuat dimana nilai koefisien korelasi dari kedua variabel tersebut adalah +0,729654764. Selain itu, berdasarkan analisis regresi linier didapatkan bahwa pengaruh nilai indeks kerentanan terhadap nilai ketebalan lapisan sedimen sebesar y = 28,00279378 + 2,119353882x. Hubungan antara kedua variabel tersebut memiliki pengaruh pada risiko karena pada saat lapisan sedimen tebal dan indeks kerenatanan seismik tinggi memungkinkan wilayah tersebut akan mengalami perbesaran gelombang atau amplifikasi. Apabila terjadi perbesaran gelombang maka getaran gempa bumi yang dirasakan dipermukaan akan semakin besar sehingga dapat meningkatkan risiko kerusakan akibat gempa bumi. | en_US |
| dc.identifier.uri | repository.uii.ac.id/handle/123456789/46107 | |
| dc.publisher | Universitas Islam Indonesia | en_US |
| dc.subject | Mikrotremor | en_US |
| dc.subject | HVSR | en_US |
| dc.subject | Ellipticity | en_US |
| dc.subject | Curve | en_US |
| dc.subject | Sedimen | en_US |
| dc.title | Analisis Hubungan Indeks Kerentanan Seismik dan Ketebalan Lapisan Sedimen terhadap Risiko Gempa Bumi di Kecamatan Pacitan menggunakan Metode Hvsr (Analysis Of The Relationship Between Seismic Vulnerability Index and Sediment Thickness to Earthquake Risk in Pacitan District Using Hvsr Method) | en_US |
| dc.type | Thesis | en_US |