Profil Ketoksikan Akut Dermal Sediaan Lotion Kombinasi Mentega Tengkawang Dengan Minyak Vco- Astaxanthin Pada Tikus Betina Galur Wistar
Files
Date
Authors
Journal Title
Journal ISSN
Volume Title
Publisher
DOI
Abstract
Latar Belakang: Mentega buah tengkawang dari Kalimantan Barat digunakan
sebagai bahan dasar lotion, dikombinasikan dengan Virgin Coconut Oil- Astaxanthin (VCO-A). VCO-Astaxanthin adalah minyak cincanlok terpigmentasi
Astaxanthin, di mana zat aktifnya diekstraksi menggunakan VCO. Lotion mengandung gliserida dan lemak stearate sebagai pelembab. Tujuan: Menentukan gejala toksisitas akut dermal, nilai LD50, dan patologi anatomi hati dari lotion kombinasi VCO-Astaxanthin dan mentega tengkawang pada tikus betina Wistar. Metode: Penelitian ini menggunakan 14 tikus betina Wistar yang dicukur rambutnya untuk dioleskan lotion. Ada dua kelompok perlakuan yaitu minyak
VCO-Astaxanthin dan lotion kombinasi mentega tengkawang dengan VCO- Astaxanthin, masing-masing dengan 3 dosis pada 2 tikus. Uji pendahuluan dan
utama menggunakan dosis 200, 1000, dan 2000 mg/kgBB. Pengamatan fisik dan perilaku dilakukan selama 14 hari, lalu tikus dikorbankan untuk analisis histopatologi hati. Data dianalisis secara kualitatif untuk toksisitas akut dermal dan histopatologi, serta secara kuantitatif untuk LD50. Hasil: Pada dosis 200 mg/kgBB, tidak ada kematian, tetapi kelompok lotion menunjukkan gejala mata mengecil. Pada dosis 1000 mg/kgBB, muncul gejala lemah, diare, rambut berdiri, dan mata mengecil pada kedua kelompok tanpa kematian. Pada dosis 2000 mg/kgBB, gejala yang sama muncul dan perubahan patologi hati pada kelompok lotion. Kesimpulan: Lotion kombinasi VCO-Astaxanthin dan mentega tengkawang termasuk dalam kategori 5 (mungkin berbahaya jika terkena kulit) dengan nilai LD50 2000-5000 mg/kgBB