PERANAN DAN KEDUDUKAN NOTARIS/PPAT DALAM AKAD MURABAHAH DENGAN JAMINAN HAK ATAS TANAH YANG BERSERTIPIKAT GANDA PADA BANK KALBAR SYARIAH
Date
Authors
Journal Title
Journal ISSN
Volume Title
Publisher
DOI
Abstract
Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji bagaimana peran dan kedudukan Notaris/PPAT dalam Akad Murabahah pada Bank KALBAR, serta kedudukan Akad Murabahah dimana Jaminan Hak Tanggungan yang dibuat Notaris/PPAT merupakan sertipikat ganda. Jenis penelitian ini adalah yuridis empiris dengan menggunakan pendekatan perundang-undangan, pendekatan kasus dan pendekatan konawptual. Metode analisis yang digunakan adalah kualitatif yaitu dari data yang diperoleh dilapangan dianalisis dan digabungkan kemudian disajikan secara deskriptif dalam bentuk karya ilmiah. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa Peran Notaris/PPAT dalam pembuatan Akad Murabahah ialah yang mengesahkan atau melegalisasi Akad Murabahah yang telah dibuat dibawah tangan antara pihak Bank dan kreditur. Sehingga Akad Murabahah yang telah dilegalisasi oleh Notaris/PPAT tersebut mengikat pihakpihak yang ada dalam Akad itu sendiri, apabila terjadi sengketa mengenai isi perjanjian maka Notaris/PPAT tidak dapat dikatakan terlibat dalam pelaksanaan kewajiban dan dalam penuntutan suatu hak. Sedangkan peran PPAT dalam pembuatan akad Murabahah adalah sebagai yang mengeluarkan APHT dari agunan yang digunakan sebagai jaminan atas akad tersebut. Kedudukan akad Murabahah yang menggunakan sertipikat ganda pada satu bidang tanah yang sama sebagai agunannya apabila sertipikat yang digunakan sebagai agunan ternyata adalah sertipikat yang sesungguhnya, maka akad murabahah tersebut dapat dilanjutkan, namun apabila ternyata sertipikat tersebut adalah merupakan sertipikat palsu dan telah dibuktikan, maka akad murabahah semestinya tidak sah sehingga akad batal atau di ganti dengan agunan lain yang sama nilainya. Dalam proses penyaluran dana pinjaman kepada masyarakat, pihak Bank dan pihak BPN harus melakukan pemeriksaan secara teliti terhadap agunan yang akan diajukan oleh nasabah, agar tidak terjadi hal-hal yang dapat merugikan dikemudian hari.