Pola Peresepan Diabetes Melitus Tipe 2 Pada Pasien JKN di Unit Rawat Jalan RSUD Nene Mallomo
Files
Date
Authors
Journal Title
Journal ISSN
Volume Title
Publisher
DOI
Abstract
Latar Belakang : Diabetes mellitus tipe 2 (T2DM) adalah salah satu gangguan metabolik kompleks yang ditandai dengan peningkatan kadar gula dalam darah (hiperglikemia), resistensi insulin, dan gangguan sekresi insulin. T2DM dapat menyerang berbai usia dan kalangan karena kerap muncul dengan keluhan yang jarang disadari. T2DM memerlukan pengelolaan komprehensif, baik farmakologis maupun non-farmakologis, dengan farmakoterapi sebagai dasar untuk mengontrol glikemik, mencegah komplikasi, dan meningkatkan kualitas hidup pasien, didukung oleh beragam pilihan obat antidiabetik yang disesuaikan dengan kebutuhan pasien. Tujuan penelitian : Untuk mengetahui profil pasien dan pola peresepan pasien
T2DM JKN di Unit Rawat Jalan RSUD Nene Mallomo pada periode Januari- Desember 2023
Metode Penelitian : Penelitian merupakan penelitian observasioanal dengan pendekatan cross sectional secara retrospektif tanpa intervensi apapun. Desain penelitian adalah deskriprif kuantitatif untuk menggambarkan pola peresepan obat antidiabetes di RSUD Nene Mallomo Sidenreng Rappang. Jumlah sampel yang memenuhi kriteria inklusi adalah 113 pasien. Analisis dilakukan secara univariat menggunakan tabel distribusi frekuensi dan bivariat menggunakan crosstabulation. Hasil Penelitian : Dari 113 Pasien T2DM JKN di Unit Rawat Jalan RSUD Nene Mallomo Sidenreng Rappang didapatkan sebagaian besar merupakan perempuan (54%), berusia 55-64 tahun (38,1%), dan ibu rumah tangga (46,9%). Pasien yang datang kebanyakan memiliki komorbid (87,6%) dengan komorbid terbanyak adalah neuropati (36,9%). Rata-rata jumlah obat yang diresepkan adalah 5,31. Sebagian besar pasien diberikan peresepan politerapi (73,4%) dibandingkan monoterapi baik oral maupun insulin (26,6%). Penggunaan antidiabetes terbanyak yaitu Metformin (58,7%) untuk antidiabetes oral dan Sansulin Log G Pen (48,5%) untuk antidiabetes injeksi. Obat penyerta yang diresepkan setiap pasien rata-rata adalah 3,38 jenis obat dengan peresepan obat penyerta terbanyak adalah Gabapentin 300 Mg (12,8%) dan disusul oleh Neurobion Tablet (7,5%). Kesimpulan : Peresepan politerapi lebih banyak digunakan dengan penggunaan antidiabetes terbanyak adalah Metformin untuk antidiabetes oral dan Sansulin Log G pen untuk antidiabetes injeksi