<link rel="stylesheet" href="styles.f3b1fba60ec7970c.css">

Evaluasi Kinerja Fasilitas Fisik Stasiun Tasikmalaya Berdasarkan Standar Pelayanan Minimum dan Metode Importance Performance Analysis

Loading...
Thumbnail Image

Date

Journal Title

Journal ISSN

Volume Title

Publisher

Universitas Islam Indonesia

DOI

Abstract

Stasiun Tasikmalaya merupakan stasiun besar yang memiliki peran strategis dalam menunjang konektivitas wilayah antardaerah di jalur selatan dengan tren peningkatan jumlah penumpang dalam beberapa tahun terakhir. Peningkatan jumlah pengguna jasa tersebut menuntut perbaikan kualitas pelayanan stasiun, khususnya dari aspek ketersediaan, fungsi, dan kinerja fasilitas fisik. Pemerintah telah menetapkan Standar Pelayanan Minimum (SPM) melalui Peraturan Menteri Perhubungan Nomor 63 Tahun 2019 sebagai acuan mutu pelayanan publik di sektor perkeretaapian. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi kesesuaian dan kinerja fasilitas fisik Stasiun Tasikmalaya berdasarkan SPM, menganalisis persepsi pengguna jasa terhadap kinerja fasilitas menggunakan metode Importance Performance Analysis (IPA), menentukan prioritas perbaikan fasilitas fisik, serta merencanakan dimensi peron yang diperlukan untuk menunjang pelayanan penumpang. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif deskriptif dengan analisis IPA. Evaluasi dilakukan melalui perbandingan kondisi eksisting fasilitas fisik stasiun terhadap ketentuan SPM serta penyebaran kuesioner kepada pengguna jasa Stasiun Tasikmalaya. Data yang terkumpul dianalisis secara statistik untuk memperoleh gambaran objektif mengenai tingkat kepentingan dan kinerja setiap atribut pelayanan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 23 atribut pelayanan telah terpenuhi, 9 masih berada pada kategori sebagian terpenuhi, dan 1 atribut tidak terpenuhi yang didominasi oleh aspek keselamatan dan kesetaraan, khususnya fasilitas bagi penumpang berkebutuhan khusus. Hasil analisis IPA menunjukkan bahwa atribut celah dan ketinggian peron serta aksesibilitas difabel memiliki tingkat kepentingan tinggi namun kinerja rendah sehingga menjadi prioritas utama perbaikan. Berdasarkan hasil evaluasi, direncanakan alternatif dimensi peron dengan lebar 1,65 meter pada Peron 1 dan 5,1 meter pada Peron 2 serta tinggi peron 1 meter dari kepala rel.

Description

Citation

Endorsement

Review

Supplemented By

Referenced By