Desain Strategi Pengembangan Model Bisnis Kuliner Rocket Chicken Dengan Pendekatan Blue Ocean Strategy Studi Kasus: Rocket Chicken
Files
Date
Authors
Journal Title
Journal ISSN
Volume Title
Publisher
DOI
Abstract
Pada abad 21 ini, kompetisi menjadi sesuatu hal yang tidak dapat dihindari dan diyakini sebagai dampak dari era globalisasi, salah satu sektor yang terjangkit pada ketatnya persaingan ini ialah kehidupan dalam sektor bisnis Kuliner. Oleh karena itu, melihat hambatan yang terjadi mengharuskan sebuah bisnis kuliner untuk segera melakukan perubahan dan langkah perbaikan demi memenangkan persaingan yang dihadapi. Salah satu inisiasi yang patut dilakukan oleh perusahaan ialah dengan merumuskan desain strategi pengembangan model bisnis melalui pendekatan Blue Ocean Strategy. Blue Ocean Strategy (BOS) adalah sebuah strategi yang dikenal dengan metodenya terkait bagaimana membuat sebuah ruang pasar yang belum tersentuh, penciptaan permintaan hingga peluang pertumbuhan bagi perusahaan yang sangat menguntungkan. Di samping metode BOS tersebut, digunakan juga metode SWOT guna mengevaluasi lingkup internal maupun eksternal perusahaan sehingga dapat diketahui kondisi yang dialami perusahaan bisnis kuliner Rocket Chicken. Adapun penelitian ini bertujuan untuk membuat perumusan strategi bisnis tepat guna dengan pendekatan analisis SWOT dan BOS kepada Rocket Chicken untuk pengembangan bisnisnya. Dari hasil pada penelitian ini menunjukkan bagaimana perusahaan sedang berada pada kuadran III matriks SWOT sehingga diharuskan untuk melakukan perubahan strategi, adapun perubahan strategi yang dilakukan menggunakan metode BOS sehingga langkah awalnya ialah skema kerangka kerja empat langkah terlebih dahulu, kemudian menetukan fokus strategi yang akan dilancarkan oleh perusahaan. Pada kerangka kerja empat langkah ditemukan bahwa tidak ada variabel strategi yang harus dihapus, kemudian perlu menghapus satu variabel strategi, serta melakukan peningkatan pada delapan variabel strategi, hingga menawarkan delapan variabel strategi berbeda. Terakhir, Fokus strategi tersebut ialah ketersediaan produk yang disajikan, promosi, pengadaan ruang pemisah antara smoking & non-smoking area, dan konsep membership, serta penciptaan desain pengemasan produk yang baru.