Pemetaan Kerentanan Gempa di Kecamatan Pacitan Kabupaten Pacitan Menggunakan Pengukuran Mikrotremor Dengan Metode Hvsr (Earthquake Vulnerability Mapping In Pacitan Sub-district, Pacitan Regency Using Microtremor Measurement With Hvsr Method)
Loading...
Files
Date
Authors
Journal Title
Journal ISSN
Volume Title
Publisher
Universitas Islam Indonesia
DOI
Abstract
Kecamatan Pacitan dilalui oleh sesar Grindulu yang merupakan salah satu sesar aktif yang
aktivitasnya dapat menimbulkan gempa bumi. Untuk meminimalisir dampak yang dapat terjadi
adalah dengan melakukan mitigasi bencana berupa penelitian mengenai pemetaan kerentanan
gempa sehingga dapat digunakan sebagai acuan dan informasi mitigasi bencana. Data parameter
gempa yang dibutuhkan dalam penyusunan peta kerentanan gempa adalah data seperti Ag, Fg, Tg,
Kg, dan PGA. Pengukuran mikrotremor pada penelitian ini dilakukan pada 47 titik dengan bantuan
alat Lunitek Digital Seismic Sensor. Data hasil perekaman miktremor yang didapat kemudian diolah
dengan metode HVSR (Horizontal to Vertical Spectral Ratio) untuk mendapatkan kurva H/V.
Kemudian hasil parameter – parameter yang telah didapat dianalisis menggunakan metode empiris
Kanai dan menggunakan referensi gempa Pacitan pada 8 Juni 2023 untuk mendapatkan nilai PGA.
Berdasarkan hasil penelitian didapatkan nilai Ag berkisar antara 1,548 sampai 8,830 dengan
sebagian besar daerah termasuk kedalam klasifikasi zona sedang dan tinggi. Nilai Fg berkisar antara
0,612 sampai 26,035 Hz dengan sebagian besar daerah memiliki nilai frekuensi yang termasuk
rendah dan sedang. Nilai Tg berkisar antara 0,038 hingga 1,635 s dengan sebagian besar daerah
termasuk kedalam klasifikasi tanah lunak hingga sangat lunak. Nilai Kg berkisar antara 0,119 hingga
89,097 dengan wilayah yang memiliki nilai relatif tinggi berada di bagian selatan Kecamatan
Pacitan. Nilai PGA berkisar antara 193,331 – 1265,530 gal. Melalui nilai – nilai tersebut diketahui
bahwa wilayah dataran rendah tepatnya di Desa Nanggungan rentan dengan bencana gempa bumi
dikarenakan kondisi tanah yang lunak. Namun, hal tersebut berbanding terbalik berdasarkan dengan
parameter percepatan gerakan tanah maksimum, diketahui nilai kerentanan tertinggi berada di
wilayah dataran tinggi tepatnya di Desa Bolosingo.