Pengaruh Abu Tempurung Kelapa Sebagai Additive Terhadap Karakteristik Marshall Pada Asphalt Concrete – Wearing Course (AC-WC)
| dc.Identifier.NIM | 07511062 | |
| dc.contributor.advisor | Ir.Bachnas,M.Sc. | |
| dc.contributor.author | Husnan F.W | |
| dc.date.accessioned | 2021-11-25T04:00:11Z | |
| dc.date.available | 2021-11-25T04:00:11Z | |
| dc.date.issued | 2011 | |
| dc.description.abstract | Asphalt Concrete (AC) adalah merupakan suatu lapisan pada konstruksi jalan yang terdiri dari agregat kasar, agregat halus, filler dan aspal keras, yang dicampur, dihampar dan dipadatkan pada suhu tertentu. Pada saat aspal berada pada tahap kehilangan kekuatan sebagai perekat antara butiran agregat, maka kerusakan dini pada campuran-beraspal sangat mungkin terjadi akibat lalu lintas kendaraan yang melewatinya. Dalam penelitian ini digunakan bahan tambah abu tempurung kelapa yang dimasukkan dalam campuran Aspahlt Concrete dengan maksud memperbaiki sifat kimiawi aspal untuk meningkatkan kekuatan fisik campuran. Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari perilaku campuran Asphalt Concrete yang ditambah zat additive abu tempurung kelapa dan dibandingkan dengan campuran Asphalt Concrete tanpa additive ditinjau dengan metode Marshall dan mencari persentase kadar aspal optimum dengan bahan tambah abu tempurung kelapa pada campuran Asphalt Concrete-Wearing Course berdasarkan tes Marshall. Peneletian ini dilaksanakan di Laboratorium Jalan Raya FTSP UII Yogyakarta, dengan mengambil sampel agregat dari Laboratorium Jalan Raya FTSP UII, aspal keras penetrasi 60/70 dan abu tempurung kelapa diproses sendiri melalui pembakaran. Benda uji tanpa abu tempurung kelapa masing-masing dibuat 3 sampel dengan kadar 5,0%, 5,5%, 6,0%, 6,5%, 7,0%. Benda uji dengan Penambahan abu tempurung kelapa masing-masing dibuat 3 sampel dengan kadar abu tempurung kelapa 1,0%, 2,0%, 3,0%, 4,0%, 5,0% terhadap kadar aspal optimum. Hasil penelitian menggunakan additive abu tempurung kelapa dengan yang tidak menggunakan additive abu tempurung kelapa menghasilkan perbedaan perilaku campuran Asphalt Concrete-Wearing Course. Dilihat dari nilai stabilitas, flow, density, VFWA yang semakin membesar serta menurunnya nilai VITM, VMA, dan Marshall Qoutient. Ditinjau dari stabilitas pada campuran Asphalt Concrete-Wearing Course penambahan abu tempurung kelapa 1,0%, 2,0%, 3,0%, 4,0%, 5,0% kadar additive optimum abu tempurung kelapa sebesar 3,0% terhadap kadar aspal optimum. Kata Kunci : Stabilitas, Flow, VITM, VMA, VFWA, Density, Marshall Quotient | en_US |
| dc.identifier.uri | https://repository.uii.ac.id/handle/123456789/34659 | |
| dc.publisher | Universitas Islam Indonesia | en_US |
| dc.subject | Stabilitas | en_US |
| dc.subject | Flow | en_US |
| dc.subject | VITM | en_US |
| dc.subject | VMA | en_US |
| dc.subject | VFWA | en_US |
| dc.subject | Density | en_US |
| dc.subject | Marshall Quotient | en_US |
| dc.title | Pengaruh Abu Tempurung Kelapa Sebagai Additive Terhadap Karakteristik Marshall Pada Asphalt Concrete – Wearing Course (AC-WC) | en_US |