Analisis Pertumbuhan Tanaman Selada (Lactuca Sativa L) dan Logam Berat pada Alat Integrasi Akuaponik dengan Reaktor Maggot BSF
Files
Date
Journal Title
Journal ISSN
Volume Title
Publisher
DOI
Abstract
Permasalahan sampah organik merupakan tantangan lingkungan yang signifikan, terutama di daerah perkotaan. Sampah merupakan suatu benda atau bahan yang sudah tidak digunakan lagi oleh manusia sehingga dibuang. Sampah yang dibuang dan tidak dikelola dengan baik dapat menghasilkan dampak negatif terhadap lingkungan, pencemaran tanah dan air, serta meningkatkan timbulan sampah. Sampah juga dapat mengandung bahan beracun seperti logam berat. Dengan menggunakan alat integrasi akuaponik reaktor BSF, penelitian ini berfokys pada laju pertumbuhan tanaman selada dengan menggunakan air sisa kasgot dan kandungan logam berat (Fe, Cd, Cr, dan Pb). Dengan metode analisis kandungan logam berat menggunakan Atomic Absorption Spectrophotometry (AAS). Hasil analisis data menunjukkan laju pertumbuhan tanaman selada menggunakan air sisa kasgot memberi hasil yang bagus pada masing-masing reaktor, pada reaktor 2 hasil rata-rata terkecil tinggi tanaman yaitu 6,06 cm, sedangkan reaktor 3 hasil rata-rata terbesar 9,42. Hasil luas daun pada reaktor 2 dengan hasil rata-rata terkecil yaitu 2,23 cm, sedangkan reaktor 3 hasil rata-rata terbesar 5,76 cm. Hasil berat basah pada reaktor 2 dengan hasil terkecil 50,20 g, sedangkan reaktor 3 hasil terbesar 125,19 g. Hasil berat kering pada reaktor 2 dengan hasil terkecil 1,35 g, sedangkan reaktor 1 hasil terbesar 2,36 g. Kemudian, hasil analisis kandungan logam berat menggunakan AAS ditemukan 4 kandungan logam berat yang terbaca pada tanaman selada yaitu Cd, Fe, Pb, dan Cr, dengan logam terakumulasi terkecil pada reaktor 3 sampah organik pasar dengan nilai Cd 0,30 mg/kg, sedangkan hasil logam berat terakumulasi tertinggi pada reaktor 2 sampah organik restaurant dengan nilai Fe 60,95 mg/kg.