Evaluasi Kinerja Simpang 4 Apill Selokan Mataram Jalan Magelang - Yogyakarta Km 5 dengan Metode Vissim dan PKJI 2023
Files
Date
Authors
Journal Title
Journal ISSN
Volume Title
Publisher
DOI
Abstract
Simpang 4 APILL Selokan Mataram Jalan Magelang–Yogyakarta KM 5 merupakan salah satu titik rawan kemacetan di Yogyakarta karena lokasinya berada di kawasan padat aktivitas seperti universitas, apartemen, pusat kuliner, dan pusat perbelanjaan. Kondisi eksisting sering menimbulkan antrean panjang dan tundaan tinggi akibat konflik arus kendaraan dan keterbatasan kapasitas simpang. Berdasarkan permasalahan tersebut, penelitian ini dirumuskan untuk menjawab tiga hal utama: bagaimana kinerja lalu lintas simpang pada kondisi eksisting, bagaimana perbandingan hasil analisis menggunakan PKJI 2023 dan perangkat lunak VISSIM, serta bagaimana alternatif solusi yang dapat diterapkan untuk meningkatkan kelancaran lalu lintas. Penelitian dilakukan di Simpang 4 Selokan Mataram Jalan Magelang–Yogyakarta KM 5 dengan pendekatan kuantitatif. Data primer yang dikumpulkan meliputi volume lalu lintas, geometri simpang, panjang antrean, tundaan, kecepatan kendaraan, dan perilaku pengemudi, sedangkan data sekunder berupa jumlah penduduk serta jaringan jalan. Pengumpulan data dilakukan pada hari kerja dan akhir pekan dalam tiga sesi waktu (pagi, siang, sore). Analisis dilakukan menggunakan metode PKJI 2023 untuk mengetahui derajat kejenuhan, panjang antrean, tundaan, dan tingkat pelayanan, kemudian hasilnya dibandingkan dengan pemodelan mikrosimulasi melalui perangkat lunak VISSIM yang telah divalidasi. Berdasarkan perhitungan PKJI 2023, derajat kejenuhan pada kondisi eksisting tercatat sebesar 0,85. Tundaan simpang eksisting mencapai 121,360 detik/smp, sedangkan hasil simulasi VISSIM menunjukkan tundaan sebesar 57,373 detik/kendaraan. Panjang antrean berdasarkan pemodelan VISSIM tercatat 301,538 m di lengan utara, 429,091 m di lengan timur, 326,154 m di lengan selatan dan 1.270 m di lengan barat. Untuk mengatasi kondisi tersebut, diterapkan alternatif solusi berupa pelebaran lebar lajur 0,5 m pada lengan timur dan penerapan perubahan fase terlawan pada lengan selatan-utara. Hasil penerapan alternatif solusi menunjukkan penurunan pada derajat kejenuhan menjadi 0,76. Panjang antrean di lengan timur juga berkurang menjadi 255,385 m. Tundaan rata-rata simpang berdasarkan VISSIM menurun menjadi 50,607 detik/kendaraan, dengan tingkat pelayanan terbaru berada pada kategori E.