Studi Kuantitatif Dampak Pandemi Covid-19 Terhadap Penggunaan Psikofarmaka di RS PKU Muhammadiyah Yogyakarta
Files
Date
Authors
Journal Title
Journal ISSN
Volume Title
Publisher
DOI
Abstract
Latar belakang: Dampak psikososial akibat pandemi COVID-19 memengaruhi prevalensi gangguan kecemasan yang mempercepat perkembangan sejumlah penyakit kejiwaan lainnya. Untuk mengatasi hal tersebut, penggunaan psikofarmaka diperlukan untuk mengobati kondisi tersebut. Sehingga, jumlah psikofarmaka berpotensi mengalami peningkatan setelah COVID-19. Namun, data yang tersedia terkait tren tersebut masih terbatas. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui profil penggunaan psikofarmaka di RS PKU Muhammadiyah Yogyakarta berdasarkan jenis dan kuantitas penggunaannya serta mengetahui perbedaannya secara kuantitatif antara sebelum dan selama pandemi COVID-19. Metode: Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah Anatomical Therapeutic Chemical/Defined Daily Dose (ATC/DDD) dan Drug Utilization 90% (DU 90%), dengan menggunakan desain cross sectional dan pengumpulan data secara retrospektif dari instalasi farmasi dan instalasi rekam medis. Data dianalisis secara statistik menggunakan independent samples t-test. Hasil : Terdapat 8 jenis obat psikofarmaka yang digunakan pada tahun 2019-2023 dengan rata-rata kuantitas penggunaan psikofarmaka perbulan sebesar 6,25 DDD/100 hari rawat. Diazepam dan alprazolam merupakan obat yang banyak digunakan dan konsisten masuk dalam DU 90%. Hasil analisis statistik menunjukkan adanya perbedaan kuantitas penggunaan psikofarmaka antara sebelum dan selama pandemi (p = 0,043). Kesimpulan : Diazepam dan alprazolam merupakan 2 besar obat psikofarmaka yang banyak digunakan di RS PKU Muhammadiyah Yogyakarta dan terdapat perbedaan kuantitas penggunaan psikofarmaka antara sebelum dan selama pandemi COVID-19.