<link rel="stylesheet" href="styles.f3b1fba60ec7970c.css">

Analisis Konsentrasi dan Distribusi Spasial Logam Besi (Fe) dan Mangan (Mn) Dalam Air Tanah di Kecamatan Kraton, Yogyakarta

Loading...
Thumbnail Image

Date

Journal Title

Journal ISSN

Volume Title

Publisher

Universitas Islam Indonesia

DOI

Abstract

Air tanah menjadi kebutuhan pokok bagi kehidupan manusia dan makhluk hidup lainnya. Salah satu permasalahan yang sering muncul dalam kualitas air tanah adalah keberadaan logam berat seperti besi (Fe) dan mangan (Mn). Dalam konsentrasi tinggi, logam-logam ini dapat menimbulkan dampak negatif terhadap kesehatan manusia dan lingkungan. Salah satu permasalahan yang sering muncul dalam kualitas air tanah adalah keberadaan logam berat. Kecamatan Kraton, Yogyakarta, merupakan kawasan padat penduduk dengan aktivitas domestik, komersial, dan pariwisata yang tinggi. Kombinasi faktor alami dan antropogenik dapat mempengaruhi kualitas air tanah, termasuk meningkatkan konsentrasi logam berat. Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan distribusi logam-logam tersebut dan mengkaji hubungan antarparameter kimia. Hasil penelitian diharapkan dapat memberikan informasi ilmiah sebagai dasar pengelolaan kualitas air tanah secara berkelanjutan di Kecamatan Kraton. Penelitian ini menggunakan dua metode untuk analisis logam berat. Metode pertama adalah analisis statistik. Analisis statistik yang digunakan pada penelitian ini yaitu bivariate analysis. Sedangkan metode kedua yang digunakan adalah analisis spasial. Analisis spasial menggunakan Geographic Information System (GIS) dengan bantuan software ArcgisPro. Penggunaan software tersebut, nantinya akan ditambah dengan interpolasi (IDW) untuk mengetahui persebaran logam berat di Kecamatan Kraton. Berdasarkan hasil uji laboratorium dan perhitungan statistik, Konsentrasi parameter logam Besi (Fe) dan Mangan (Mn) di seluruh titik pengambilan sampel berada di bawah ambang batas baku mutu yang ditetapkan oleh Permenkes No. 2 Tahun 2023, yaitu 0,2 mg/L untuk Besi (Fe) dan 0,1 mg/L untuk Mangan (Mn). Nilai Fe tertinggi ditemukan sebesar 0,1233 mg/L, sedangkan Mn berada pada batas deteksi laboratorium yaitu 0,0158 mg/L secara seragam di semua titik.

Description

Citation

Endorsement

Review

Supplemented By

Referenced By