Kesepian dan Subjective Well-being pada Emerging Adulthood
Files
Date
Authors
Journal Title
Journal ISSN
Volume Title
Publisher
DOI
Abstract
Subjective well-being adalah evaluasi subjektif yang dilakukan individu terhadap kehidupannya beserta hal-hal yang terjadi secara spesifik maupun keseluruhan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan kesepian dan subjective well-being pada emerging adulthood. Hipotesis yang diajukan dalam penelitian ini adalah terdapat hubungan negatif antara kesepian dan subjective well-being pada emerging adulthood. Desain penelitian yang digunakan adalah penelitian korelasional untuk mengetahui hubungan dua variabel. Partisipan penelitian ini adalah emerging adulthood dengan rentang usia 18-25 tahun berjenis kelamin laki-laki dan perempuan yang berjumlah 376 orang. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah purposive sampling. Skala yang digunakan dalam penelitian ini adalah Positive Affect Negative Affect Scale (PANAS) yang dikembangkan oleh Watson et al. (1988) dan diadaptasi oleh Akhtar (2019), Satisfaction With Life Scale yang dikembangkan oleh Diener et al. (1985) dan diadaptasi oleh Akhtar (2019), dan UCLA Loneliness Scale Ver. 3 yang dikembangkan oleh Russell (1996) dan dimodifikasi oleh penulis. Teknik yang digunakan untuk uji hipotesis penelitian adalah Pearson Product Moment. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan negatif yang signifikan antara kesepian dan subjective well-being, yang artinya semakin tinggi kesepian emerging adulthood maka semakin rendah tingkat subjective well-being, begitu pula sebaliknya.