Analisis Teknis, Ekonomis, dan Lingkungan dari Penambangan Pasir pada Muara Kali Progo
Date
Journal Title
Journal ISSN
Volume Title
Publisher
DOI
Abstract
Pada kegiatan penambangan pasir di muara Kali Progo yang dilakukan baik secara mekanis maupun secara tradisional telah menimbulkan dampak positif dan dampak negatif. Dampak positif yang ditimbulkan yaitu penduduk di sekitar daerah penambangan pasir dapat menjadi buruh tambang sehingga dapat menggurangi tingkat pengangguran yang ada. Dampak negatif yang ditimbulkan yaitu dapat mengakibatkan rusaknya lingkungan seperti terjadinya perubahan arah aliran sungai serta erosi, patahnya jembatan Srandakan, dan tidak berfungsinya intake Sapon. Karena kegiatan penambangan pasir tersebut dilakukan dalam jumlah yang sangat besar maka terjadi ketidakseimbangan antara jumlah volume pasir yang ditambang dengan jumlah volume sedimen yang masuk ke Kali Progo. Tugas Akhir ini menganalisis tentang kegiatan penambangan pasir dengan meninjau dari tiga aspek yaitu dari aspek teknis, ekonomis, dan lingkungan. Dari aspek teknis yaitu menganalisis teknis penambangan pasir secara tradisional dan secara mekanis. Sedangkan dari aspek ekonomis mengkaji nilai tambali dari kegiatan penambangan pasir. Metode yang digunakan yaitu : Benefit Cost Ratio (BCR) dan Break Even Point (BEP). Untuk aspek lingkungan yaitu menghitung besarnya degradasi dasar sungai, sedimentasi, kondisi hidrologi, dan tata guna lahan bantaran sungai. Dari hasil analisis teknis didapat hasil produksi dari alat-alat yang digunakan untuk melakukan penambangan, yaitu untuk penambangan secara tradisional dan secara mekanis. Hasil analisis besarnya harga dasar pasir per m³ yaitu Rp 16.328,- untuk penambangan secara tradisional dan Rp 23.679,- untuk penambangan secara mekanis. Pada analisis ekonomis diketahui besarnya keuntungan bagi pengusaha penambang pasir secara tradisional sebesar Rp 9.071,- dan untuk penambangan secara mekanis sebesar Rp 20.391,-. Pada analisis lingkungan dampak-dampak yang ditimbulkan akibat dari penambangan pasir di muara Kali Progo yaitu : seperti degradasi dasar sungai untuk penambangan pasir secara tradisional sebesar 0,06 m/tahun dan untuk penambangan pasir secara mekanis sebesar 0,08 m/tahun, dalam waktu 20 tahun penambangan secara tradisional telah merusak fungsi jembatan Srandakan dan intake Sapon. Bila penambangan dilakukan secara mekanis dengan produksi pasir galian yang sama yaitu 3,09 juta m³, jembatan dan intake akan rusak lebili cepat lalah 18,1 tahun. Untuk kondisi hodrologi kemungkinan akan terjadi intrusi air laut sehingga dapat merusak kualitas air tanah.