Analisis Residu Pestisida Profenofos pada Kubis di Daerah Tawangmangu dengan Metode Kromatografi Gas
| dc.Identifier.NIM | 02613170 | |
| dc.contributor.advisor | Sudibyo Martono | |
| dc.contributor.advisor | M. Hatta Prabowo | |
| dc.contributor.author | Wenni Susria | |
| dc.date.accessioned | 2021-01-04T07:44:06Z | |
| dc.date.available | 2021-01-04T07:44:06Z | |
| dc.date.issued | 2006 | |
| dc.description.abstract | Kubis merupakan salah satu sayuran yang sering dikonsumsi masyarakat. Kubis juga merupakan hasil produksi pertanian yang mudah terserang ulat, serangga, dan jamur. Pencegahan dan penanggulangan, petani kubis daerah Tawangmangu banyak menggunakan pestisida profenofos. Tingkat pengetahuan petani tentang pestisida yang masih rendah menyebabkan penggunaan profenofos tidak sesuai dengan aturan yang dianjurkan. Hal tersebut menyebabkan pencemaran baik tanah, air, hewan, tumbuhan, dan kesehatan manusia. Pengaruh profenofos pada kesehatan manusia yaitu sakit pemt, kejang-kejang otot, sakit kepala, sesak nafas, mual, muntah, bahkan kematian. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui kadar residu pestisida pada kubis daerah Tawangmangu yang disemprot pestisida profenofos. Kadar residu profenofos dalam sampel dibandingkan dengan Batas Maksimum Residu profenofos yang ditetapkan oleh Food and Drug Administration yaitu 0,02 ppm. Metode analisis kualitatif dan kuantitatif residu pestisida profenofos menggunakan kromatografi gas dengan detektor fotometri nyala filter P, kolom Silicone DC200 Chromosorb W (A/W), gas pembawa nitrogen. Ekstrasi sampel menggunakan pelarut etil asetat dan clean up menggunakan larutan petroleum eter dan dietil eter (1:1 V/V). Parameter analisis kualitatif bempa waktu retensi. Parameter analisis kuantitatif berupa luas area. Kadar residu profenofos dapat diperoleh dengan memplotkan luas area ke dalam persamaan Regresi Linier profenofos standar. Persamaan regresi linier yang diperoleh Y = 0,584X - 0,006 dengan koefisien korelasi 0,999. Hasil penelitian menujukkan bahwa kadar residu pestisida profenofos pada sampel kubis A adalah 0,01 ppm yang masih aman untuk dikonsumsi, sedangkan sampel B diperoleh kadar residu profenofos yaitu 0,02 ppm yang sudah tidak aman untuk dikonsumsi. Pada penelitian ini, diperoleh recovery 94,90% maka metode ini mempakan metode yang tepat untuk menganalisis residu profenofos pada kubis. | en_US |
| dc.identifier.uri | https://repository.uii.ac.id/handle/123456789/26242 | |
| dc.publisher | Universitas Islam Indonesia | en_US |
| dc.subject | Kubis | en_US |
| dc.subject | Kromatografi Gas | en_US |
| dc.subject | pestisida | en_US |
| dc.subject | profenofos | en_US |
| dc.title | Analisis Residu Pestisida Profenofos pada Kubis di Daerah Tawangmangu dengan Metode Kromatografi Gas | en_US |