<link rel="stylesheet" href="styles.f3b1fba60ec7970c.css">

Analisis Chinese Exceptionalism: Peran BRI dalam Memperkuat Chinese Exceptionalism Pada Tiongkok Kontemporer (2013-2023)

Loading...
Thumbnail Image

Date

Journal Title

Journal ISSN

Volume Title

Publisher

Universitas Islam Indonesia

DOI

Abstract

Penelitian ini mengkaji bagaimana narasi Chinese Exceptionalism diperkuat dalam pelaksanaan Belt and Road Initiative (BRI) serta sejauh mana konsistensinya dengan realitas implementasi di negara-negara mitra. Masalah utama yang diangkat adalah adanya kesenjangan antara citra Tiongkok sebagai kekuatan besar yang damai, inklusif, dan reformis dengan praktik BRI yang kerap menunjukkan kontradiksi politik dan ekonomi. Kerangka pemikiran penelitian ini menggunakan konsep Chinese Exceptionalism dari Zhang yang mencakup tiga komponen utama: Great Power Reformism, Benevolent Pacifism, dan Harmonious Inclusionism. Argumen sementara penelitian ini adalah bahwa BRI berfungsi sebagai instrumen diplomasi normatif untuk memperkuat citra global Tiongkok, namun tidak sepenuhnya mencerminkan prinsip moral dan inklusif yang diklaimnya. Hasil analisis menunjukkan bahwa ketiga komponen tersebut hanya diperkuat secara parsial, dengan dominasi kepentingan ekonomi dan geopolitik yang sering kali menimbulkan ketergantungan serta ketimpangan di negara mitra. Dengan demikian, Chinese Exceptionalism dalam konteks BRI lebih berperan sebagai retorika politik daripada prinsip yang konsisten diimplementasikan dalam praktik kerja sama internasional.

Description

Citation

Endorsement

Review

Supplemented By

Referenced By