<link rel="stylesheet" href="styles.f3b1fba60ec7970c.css">

Evaluasi Sistem Pengelolaan Air Buangan Terdesentralisasi di Wilayah Purwokinanti Jogjakarta

dc.contributor.authorPutro, Adi Nugroho Sanusi
dc.date.accessioned2017-02-02T06:54:55Z
dc.date.available2017-02-02T06:54:55Z
dc.date.issued2006
dc.description.abstractSeptik tank dengan empat chamber merupakan salah satu bangunan pengolahan air limbah domestik (IPAL) komunal yang sudah berumur hampir 8 tahun lamanya hingga sekarang dengan ukuran sebesar 13 x 2 x 1,8 meter yang ada di dusun Jagalan, Ledoksari, Purwokinanti, Jogjakarta. Perlunva evaluasi dari studi ini adalah untuk mengetahui bagaimana Septik tank komunal sebagai IPAL dapat meremoval bahan-bahan berbahaya yang dihasilkan dari kegiatan rumah tangga di area Purwokinanti sehingga aman bagi lingkungan terutama untuk kandungan amonium COD dan TSS. Untuk pemeriksaan COD menggunakan metode spektrofotometri secara Closed reflux. SNI M-70-1990-03. Pemeriksaan TSS menggunakan metode gravimetri, SNI 06-6989.3-2004 dan pemeriksaan amonium menggunakan metode serapan nessler secara spectrofotometrik SNI M-48-1990-03. Analisa data kuisioner menggunakan metode statistik secara deskriptif. Dan dari hasil analisis tersebut disimpulkan bahwa sistem kerja pengelolaan IPAL komumal di daerah Purwokinanti belum optimal dikarenakan beberapa faktor seperti biaya operasi pemeliharaan IPAL serta kurangnya rasa memiliki dari setiap warga terhadap IPAL. Untuk menguji perbedaan hasil analisis air limbah domestik antara inlet dan outlet menggunakan metode statistik anova satu jalur. Dan dari hasil uji anova diketahui bahwa antara kandungan COD TSS inlet dan outlet terdapat perbedaan yang signifikan, sedangkan amonium inlet dan outlet tidak terdapat perbedaan yang signifikan. Dari hasil penelitian didapatkan hasil bahwa COD dan TSS mengalami penurunan dengan efisiensi sebesar 47,26 % dan 30.95 % sedangkan amonium relatifstabil tidakterjadi penurunan. Karena perbedaan elevasi terlalu tinggi antara saluran sewer kota dengan saluran sistem komunal maka dilakukan perhitungan pompa. Dari hasil perhitungan didapatkan hasil bahwa Head pompa yang dibutuhkan sebesar 4 meter dengan debit sebesar 7,56 m³/hr. Dengan demikian maka penggabungan antara sistem komunal dengan sistem sewer kota mungkin untuk dilakukan namun pertimbangannya adalah pada biaya operasi dan pemeliharaan.en_US
dc.identifier.urihttp://hdl.handle.net/123456789/2280
dc.publisherUII Yogyakartaen_US
dc.subjectCOD TSSen_US
dc.subjectAmoniumen_US
dc.subjectSeptik tank komunalen_US
dc.subjectPurwokinantien_US
dc.titleEvaluasi Sistem Pengelolaan Air Buangan Terdesentralisasi di Wilayah Purwokinanti Jogjakartaen_US

Files

Original bundle

Now showing 1 - 5 of 11
Loading...
Thumbnail Image
Name:
01.0 cover.pdf
Size:
68.71 KB
Format:
Adobe Portable Document Format
Description:
Loading...
Thumbnail Image
Name:
02 preliminary.pdf
Size:
406.6 KB
Format:
Adobe Portable Document Format
Description:
Loading...
Thumbnail Image
Name:
03 daftar isi.pdf
Size:
361.71 KB
Format:
Adobe Portable Document Format
Description:
Loading...
Thumbnail Image
Name:
04 abstract.pdf
Size:
206.92 KB
Format:
Adobe Portable Document Format
Description:
Loading...
Thumbnail Image
Name:
05.1 bab 1.pdf
Size:
287.45 KB
Format:
Adobe Portable Document Format
Description:

License bundle

Now showing 1 - 1 of 1
Loading...
Thumbnail Image
Name:
license.txt
Size:
1.71 KB
Format:
Item-specific license agreed upon to submission
Description: