Pemantauan Clinical Outcome Penggunaan Obat Pada Pasien Dengan Gangguan Tiroid RS Bethesda Yogyakarta
Files
Date
Authors
Journal Title
Journal ISSN
Volume Title
Publisher
DOI
Abstract
Latar belakang: Gangguan tiroid berprevalensi tinggi dan berisiko menurunkan kualitas hidup serta menimbulkan komplikasi serius jika tidak ditangani dengan tepat. Penelitian terkait regimen obat dan clinical outcome masih terbatas, khususnya di Yogyakarta. Tujuan: Penelitian ini menganalisis pengaruh dari karakteristik pasien terhadap clinical outcome penggunaan obat gangguan tiroid serta potensi interaksi obatnya. Metode: Menggunakan desain potong-lintang pada pasien gangguan tiroid secara retrospektif. Evaluasi efektivitas terapi dan kejadian ROTD dilakukan menggunakan rekam medis pasien. Penilaian efektivitas berdasarkan nilai TSH dan FT4, sedangkan ROTD diidentifikasi sesuai keluhan pasien atau parameter objektif. Hubungan antarvariabel dianalisis melalui uji Chi-Square, sementara faktor-faktor yang berpengaruh terhadap clinical outcome menggunakan regresi logistik dengan tingkat signifikansi p<0,05. Hasil: Sebanyak 150 pasien yang terdiri dari 131 hipertiroid dan 19 hipotiroid, dengan tingkat efektivitas terapi masing-masing sebesar 77,1% dan 89,5%, berturutan. Regimen terapi berhubungan signifikan dengan efektivitas terapi hipertiroid (p=0,008). ROTD pada hipertiroid didominasi mual (12,2%), sedangkan pada hipotiroid berupa tremor (5,3%) dan bradikardia (5,3%). Pada pasien hipertiroid, Nilai FT4 awal berpengaruh signifikan terhadap efektivitas (OR: 0,18; CI95% 0,05-0,75). Sedangkan komorbid dan jumlah obat berpengaruh signifikan terhadap kejadian ROTD (OR: 4,76; CI95% 1,19-18,99) dan (OR: 1,79; CI95% 1,08-2,96). Kesimpulan: Efektivitas terapi paling banyak ditemukan pada penggunaan methimazole sebagai monoterapi, namun kejadian ROTD juga relatif tinggi pada regimen tersebut.