<link rel="stylesheet" href="styles.f3b1fba60ec7970c.css">

Analisis Identitas Komunikasi Cosplayer Crossdress di Yogyakarta

Loading...
Thumbnail Image

Date

Journal Title

Journal ISSN

Volume Title

Publisher

Universitas Islam Indonesia

DOI

Abstract

Hadirnya fenomena mengenai budaya baru yang masuk ke dalam lingkungan masyarakat sejatinya tidak selalu diterima secara penuh. Perlu penyesuaian kondisi, pengetahuan dan pemahaman, serta penerimaan akan budaya baru yang dianggap sedikit berlawanan dari norma-norma keseharian. Sampai saat ini, fenomena crossdress di kalangan masyarakat masih menjadi pro dan kontra. Sehingga untuk menghadapi situasi tersebut, para crossdresser membentuk sebuah komunitas dan bergabung menjadi bagian dari komunitas yang mampu menerima hobinya secara utuh dan didukung dengan sepenuh hati. Dengan demikian, penelitian ini bertujuan untuk melihat bagaimana ekspresi dan penerimaan identitas komunikasi para crossdresser pada komunitas cosplay di Yogyakarta. Penelitian ini dilakukan menggunakan metode fenomenologis yang disertai dengan teori identitas komunikasi milik Michel Hecht. Analisis identitas komunikasi berfokus pada identitas yang ditampilkan dan yang dirasakan oleh seseorang melalui empat tahapan yaitu Personal Layer, Enactment Layer, Relational Layer, dan Communal Layer. Dalam penelitian ini, terdapat enam narasumber yang berasal dari tiga komunitas berbeda yaitu komunitas Gamabunta UGM, komunitas HoYovers SKJ, dan komunitas Arknights Indonesia. Hasil dari penelitian ini adalah adanya perbedaan identitas komunikasi yang ditampilkan pada setiap lapisan. Perbedaan perubahan tersebut terletak pada lapisan Personal Layer, Enactment Layer, serta Relational Layer yang berubah dengan lapisan Communal Layer. Hal tersebut dipengaruhi oleh faktor (1) lingkungan dimana narasumber berada, (2) latar belakang dari narasumber, dan (3) pengalaman yang dialami oleh narasumber. Selain itu, terdapat batasan antara kehidupan sehari-hari dengan dunia crossdresser yang diterapkan oleh setiap narasumber. Sehingga hobi mereka sebagai crossdress merupakan sebuah ekspresi diri.

Description

Citation

Collections

Endorsement

Review

Supplemented By

Referenced By