<link rel="stylesheet" href="styles.f3b1fba60ec7970c.css">

Optimasi Jumlah Putus Benang Lusi Dan Jumlah Produksi Pertenunan Kain Primissima Menggunakan Metode Taguchi Multi Respon

Loading...
Thumbnail Image

Date

Journal Title

Journal ISSN

Volume Title

Publisher

Universitas Islam Indonesia

DOI

Abstract

Jumlah putus benang lusi dan sedikit banyaknya produksi yang dihasilkan merupakan petunjuk keberhasilan dalam proses mesin tenun. Benang lusi yang tidak mampu untuk menahan terjadinya tegangan, tarikan dan gesekan selama proses tenun berlangsung akan mengalami putus, sehingga dengan terjadinya putus benang lusi mesin tenun akan berhenti. Mesin tenun yang sering berhenti berarti akan mengurangi jumlah produksi yang bisa dihasilkan. Untuk mengurangi jumlah benang lusi putus salah satunya adalah dengan cara dilakukannya set-up mesin yang tepat. Dari eksperimen dengan metode Taguchi menunjukan bahwa faktor yang berpengaruh terhadap jumlah putus benang lusi dan produksi kaitan dengan set-up mesin adalah kecepatan mesin dan panjang mulut lusi. Dari hasil perhitungan didapat kombinasi level faktor optimal untuk menghasilkan nilai jumlah putus benang lusi saat proses produksi dengan nilai sebesar 2,33 helai per shift ada penunurunan dibanding dari nilai standar indutri sebesar 5,40 helai per shift dan pada hasil jumlah produksi pertenunan dengan nilai sebesar 20,90 m setiap shift-nya ada peningkatan dari nilai sebelumnya 17,96 m setiap shift adalah pada kecepatan mesin tenun 160 Rpm (A1), panjang mulut lusi 50 cm (B2), tinggi mulut lusi 8 cm (C2) dan jarak lade dengan mulut lusi bawah 4 mm (D2). Kondisi optimal mampu meminimalkan putus benang lusi saat proses produksi berlangsung dan mengoptimalkan jumlah produksi pertenunan dari standar industri pada pembuatan kain tenun primissima. Kata kunci : Mesin Tenun, Putus Benang Lusi, Produksi, Taguchi

Description

Citation

Endorsement

Review

Supplemented By

Referenced By