<link rel="stylesheet" href="styles.f3b1fba60ec7970c.css">

Analisis Penilaian Kelayakan Pemberian Kredit pada Perusahaan Meubel di PT. Bank Rakyat Indonesia, Persero Kantor Cabang Klaten

Loading...
Thumbnail Image

Date

Journal Title

Journal ISSN

Volume Title

Publisher

Universitas Islam Indonesia

DOI

Abstract

Sejak diterbitkannya beberapa paket kebijaksanaan perbankan diantaranya yaitu Undang-undang nomor 14 tahun 1967 tentang pokok-pokok Perbankan khususnya dibidang perkreditan yang mengarah kepada pemberian peluang terhadap pertumbuhan dan peningkatan serta pemberdayaan masyarakat melalui fasilitas kredit dari bank, dunia perbankan Indonesia mengalami perkembangan yang cukup baik, ditandai dengan berdirinya beberapa bank-bank baru maupun bank perkreditan rakyat yang menawarkan fasilitas pinjaman kredit baik yang berskala kecil (KCK) maupun kredit skala besar. Konsekuensi dari hal tersebut adalah persaingan yang semakin ketat antarbank komersial. Ada yang mampu bertahan dan berkembang, ada yang sekedar bertahan, dan tidak sedikit pula yang colaps. Salah satu dari bank lama yang mampu bertahan dan berkembang adalah PT.Bank Rakyat Indonesia,Persero atau biasa disebut dengan Bank BRI. Sejauh mana Bank BRI mampu untuk memberikan fasilitas kredit kepada nasabah dengan kebijakan serta standarisasi kelayakan kredit yang ditetapkan dan sejauh mana kondisi keuangan debitur dinilai layak dan sehat dalam rangka penerimaan fasilitas kredit. Kesemua itu akan bahas oleh penulis melalui penelitian ini, namun karena kendala rahasia keuangan nasabah dimana menyangkut kredibilitas dan kepercayaan nasabah terhadap bank BRI, maka nama-nama nasabah/debitur yang bersangkutan akan diberi inisial guna menyamarkan subjek yang akan diteliti. Dalam penelitian ini, analisis yang dilakukan meliputi analisis kualitatif dan kuantitatif, namun lebih dititikberatkan pada analisis kuantitatif yaitu analisis rasio keuangan perusahaan nasabah. Beberapa hal yang akan dikupas dalam penelitian ini antara lain: Sejarah singkat nasabah; Analisis ruang lingkup pekreditan; Manajemen perusahaan; Analisis 5C; Analisis aspek yuridis; Analisis aspek pasar dan pemasaran; Analisis aspekjaminan; Rasio keuangan (meliputi : profitability ratio, financial leverage ratio, financial liquidity ratio, activity's performance ratio). Berdasarkan hasil akhir analisis keuangan nasabah yang mengajukan kredit ke bank BRI dapat diketahui bahwa terdapat satu nasabah yang dinilai tidak layak dalam pemberian fasilitas kredit karena terdapat penuruan angka rasio dan terdapat banyaknya hutang sehingga menyebabkan menurunnya kemampuan dalam memenuhi kewajiban hutang tersebut.

Description

Citation

Collections

Endorsement

Review

Supplemented By

Referenced By