<link rel="stylesheet" href="styles.f3b1fba60ec7970c.css">

Evaluasi Sinergisitas Minyak Atsiri dan Pengaruh Enkapsulasi Terhadap Aktivitasnya sebagai Antibakteri Salmonella typhi

Loading...
Thumbnail Image

Date

Journal Title

Journal ISSN

Volume Title

Publisher

Universitas Islam Indonesia

DOI

Abstract

Penyakit bawaan makanan meningkat secara global, sekitar 44% kasus disebabkan mikroorganisme patogen, termasuk Salmonella typhi, agen demam tifoid yang menyumbang morbiditas dan mortalitas tinggi di negara berkembang. Minyak atsiri memiliki aktivitas antibakteri kuat, tetapi penggunaannya dalam bentuk murni terhambat oleh volatilitas, ketidakstabilan, dan sensitivitas terhadap cahaya, oksigen, serta suhu, sehingga diperlukan stabilisasi melalui enkapsulasi. Namun, kajian mengenai sinergisitas kombinasi minyak atsiri dan efektivitas berbagai enkapsulan dalam mempertahankan aktivitas antibakteri terhadap S. typhi masih terbatas. Penelitian ini bertujuan menganalisis efek sinergis kombinasi minyak atsiri serai dapur, kayu manis, dan cengkeh terhadap S. typhi; mengevaluasi pengaruh kombinasi enkapsulan gum arab, maltodekstrin, dan gelatin terhadap karakteristik kapsul serta menilai kemampuan antibakteri minyak atsiri terenkapsulasi. Metode meliputi uji MIC, MBC, dan FIC Index untuk menentukan sifat sinergis, aditif, atau antagonis; proses enkapsulasi menggunakan tiga kombinasi enkapsulan (GA/MA, MA/GE, GE/GA); karakterisasi kapsul mencakup rendemen, efisiensi enkapsulasi, profil senyawa dengan GC-MS, morfologi SEM, ukuran partikel dengan PSA; serta uji antibakteri difusi sumuran terhadap S. typhi. Hasil menunjukkan kombinasi KC memberikan aktivitas terbaik (FIC 1,5; MIC 125 mg/mL), SC bersifat cenderung aditif (FIC 1,5; MIC 250 mg/mL), sedangkan SK cenderung antagonis (FIC 2,5; MIC 250 mg/mL). Variasi enkapsulan memengaruhi karakteristik kapsul: GA/MA-EO menghasilkan rendemen 60,62%, efisiensi 1,74%, ukuran 270,15 nm; MA/GE-EO memiliki rendemen 94,02%, efisiensi 83,90%, ukuran 155,20 nm; sementara GE/GA-EO menghasilkan rendemen 96,68%, efisiensi 75,50%, ukuran 141,35 nm. Aktivitas antibakteri menunjukkan zona hambat 0 mm (GA/MA-EO), 20 mm (MA/GE-EO), dan 25 mm (GE/GA-EO). Formulasi GE/GA-EO terbukti paling efektif mempertahankan aktivitas antibakteri terhadap S. typhi.

Description

Citation

Endorsement

Review

Supplemented By

Referenced By