Profil Pelepasan Natrium Diklofenak dalam Sediaan Transdermal Patch dengan Adhesive Berbasis Silicone; Kajian Evaluasi dan Toksisitas
Files
Date
Authors
Journal Title
Journal ISSN
Volume Title
Publisher
DOI
Abstract
Patch merupakan suatu bentuk pengembangan sediaan produk obat dan juga suatu alternatif guna memberikan terapi efektif bagi pasien. Patch dapat memberikan pelepasan obat terkontrol yang mampu dicapai dengan sistem pengiriman obat transdermal dengan menghantarkan obat-obatan melalui portal kulit ke sistemik sirkulasi secara terkontrol pada tingkat yang telah ditentukan dalam waktu yang lama. Terdapat berbagai macam basis yang digunaakan dalam sediaan patch salah satunya ialah silikon dengan tipe Soft silicone adhesive (SSA), yang memiliki kemampuan untuk menempel sendiri dan tidak memerlukan aktivasi apa pun pada media target (kulit). Penelitian ini bertujuan untuk memformulasikan sediaan transdermal obat anti inflamasi non steroid, natrium diklofenak dengan bahan adhesive berbasis silicone menggunakan metode eksperimental untuk selanjutnya dilakukan evaluasi profil fisikokimia yang mencakup uji ketebalan, variasi bobot, kadar air, daya tahan lipatan, kandungan obat, penetrasi zat aktif secara in vitro dan iritasi primer. Hasil pengujian menunjukkan bahwa transdermal patch natrium diklofenak yang dihasilkan memiliki karakteristik visual berwarna putih, memiliki daya rekat, tidak berbau, memiliki ketebalan 0,50 mm, keseragaman bobot 1,0038 gram, ketahanan lipat > 300 kali, pH 5,5, moisture content 0,417 %, dan kadar zat aktif dalam sediaan sebesar 16,52 %, uji iritasi primer tidak terdapat kelinci yang mengalami iritasi, serta uji penetrasi secara in vitro menunjukkan bahwa puncak pelepasan transdermal patch natrium diklofenak dengan basis silicone berada pada menit ke-180 dan mulai turun pada menit selanjutnya. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa transdermal patch natrium diklofenak yang diformulasikan menggunakan bahan adhesive berbasis silicone memiliki kompatibilitas yang baik, serta mampu menghantarkan zat aktif menembus lapisan kulit secara in vitro dan tidak menyebabkan iritasi pada kulit.