Analisis Pengaruh Perubahan Tata Guna Lahan Terhadap Debit Limpasan Drainase Kapanewon Mlati, Sleman
| dc.Identifier.NIM | 19511082 | |
| dc.contributor.author | Cahyadi, Maulana Gita | |
| dc.date.accessioned | 2025-11-17T07:09:20Z | |
| dc.date.available | 2025-11-17T07:09:20Z | |
| dc.date.issued | 2025 | |
| dc.description.abstract | Kapanewon Mlati merupakan kecamatan di Kabupaten Sleman dengan angka pertumbuhan penduduk tercepat keempat. Dampak dari peningkatan penduduk adalah perubahan fungsi tata guna lahan yang menjadi lahan terbangun, sehingga menyebabkan berkurangnya lahan hijau dan mempengaruhi kemampuan lahan untuk menyerap air hujan. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui nilai debit limpasan yang terjadi di Kapanewon Mlati akibat perubahan tata guna lahan pada tahun 2018, 2020, dan 2022 beserta cara untuk mengurangi genangan atau limpasan dengan perencanaan saluran drainase dan pengaplikasian konsep sponge city. Penelitian ini diawali dengan tahapan perhitungan curah hujan kawasan menggunakan metode Thiessen serta analisis frekuensi, dilanjutkan dengan delineasi daerah tangkapan air menggunakan software QGIS, menentukan nilai koefisien limpasan berdasarkan peta tata guna lahan sehingga didapat debit limpasan dengan metode rasional yang selanjutnya dibandingkan dengan debit limpasan Peta RTRW. Tahapan akhir pada penelitian ini adalah perencanaan saluran drainase dan konsep sponge city. Hasil penelitian ini adalah menunjukkan bahwa di Kapanewon Mlati pada tahun 2020 mengalami peningkatan nilai debit limpasan pada 147 DTA dibandingkan dari tahun 2018, serta kembali mengalami peningkatan nilai debit limpasan di tahun 2022 pada 167 DTA. Dari hasil perbandingan dapat disimpulkan bahwa 16 DTA dari 189 DTA memiliki nilai debit limpasan lebih besar dari debit limpasan RTRW. Untuk perencanaan saluran drainase, didapatkan sebanyak 191 saluran yang dilengkapi dengan bangunan terjun. Dampak dari pengaplikasian konsep sponge city terbukti dapat mereduksi debit limpasan dari skenario low LID, mid LID, dan high LID berturut- turut dengan rata-rata penurunan 6,31%, 11,72%, dan 23,90% dari nilai debit limpasan skenario baseline. | en_US |
| dc.identifier.uri | repository.uii.ac.id/handle/123456789/58808 | |
| dc.publisher | Universitas Islam Indonesia | en_US |
| dc.subject | Tata Guna Lahan | en_US |
| dc.subject | Debit Limpasan | en_US |
| dc.subject | Saluran Drainase | en_US |
| dc.subject | Sponge City | en_US |
| dc.title | Analisis Pengaruh Perubahan Tata Guna Lahan Terhadap Debit Limpasan Drainase Kapanewon Mlati, Sleman | en_US |
| dc.type | Thesis | en_US |