Hubungan Tingkat Pengetahuan Ibu Tentang Susu Formula dan Perilaku Terhadap Nutrisi Bayi dengan Kejadian Diare Pada Bayi Usia 0-6 Bulan di RSUD Sleman Yogyakarta Tahun 2024
Files
Date
Authors
Journal Title
Journal ISSN
Volume Title
Publisher
DOI
Abstract
Latar Belakang: Bayi yang baru lahir membutuhkan perlindungan kesehatan dan nutrisi optimal, dengan ASI eksklusif selama enam bulan pertama sebagai rekomendasi utama dari WHO. ASI mengandung agen bioaktif yang mendukung kekebalan tubuh, perkembangan otak, dan pencernaan bayi. Namun, pemberian ASI eksklusif di Indonesia masih tergolong rendah, dipengaruhi oleh berbagai faktor, seperti ketersediaan susu formula, kurangnya dukungan untuk ibu, dan beban pekerjaan ibu. Penggunaan susu formula pada bayi dapat meningkatkan risiko diare dan kehilangan manfaat ASI. Oleh karena itu, penting untuk meningkatkan pengetahuan ibu mengenai manfaat ASI dan perilaku pemberian nutrisi yang tepat. Tujuan Penelitian: mengetahui hubungan antara tingkat pengetahuan ibu tentang susu formula dan perilaku pemberian nutrisi terhadap kejadian diare pada bayi usia 0-6 bulan di RSUD Sleman, Yogyakarta, pada tahun 2024. Metode Penelitian: Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif yang dilakukan dengan metode deskriptif analitik melalui pendekatan cross sectional menggunakan data primer di RSUD Sleman. Penelitian dilaksanakan di RSUD Sleman setelah mendapatkan ethical clearance dari diklat RSUD Sleman. Populasi penelitian mencakup ibu bayi usia diatas enam bulan yang berkunjung atau kontrol rutin di poliklinik anak di RSUD Sleman, dengan total sampel 32 responden yang dipilih melalui total sampling periode tersebut. Hasil Penelitian: terdapat hubungan signifikan antara pengetahuan ibu mengenai susu formula dan kejadian diare pada bayi, serta hubungan signifikan antara perilaku pemberian ASI eksklusif dan kejadian diare. Simpulan: Bayi yang tidak menerima ASI eksklusif memiliki risiko 10,7 kali lebih besar mengalami diare. Pengetahuan ibu dan pemberian ASI eksklusif berpengaruh signifikan terhadap kejadian diare pada bayi.