Analisis Resiko Kecelakaan Kerja Pemeliharaan Refrigent Compresor menggunakan Metode Fmea dan Hiradc (Studi Kasus PT Kilang Pertamina Internasional RU IV Cilacap)
| dc.Identifier.NIM | 19522241 | |
| dc.contributor.author | Septian, Doni Refa | |
| dc.date.accessioned | 2024-01-30T02:03:10Z | |
| dc.date.available | 2024-01-30T02:03:10Z | |
| dc.date.issued | 2023 | |
| dc.description.abstract | Industri migas yang menyumbang pemasukan negara terbesar namun memiliki potensi kecelakaan dan risiko yang tinggi (high risk). Hal ini dikarenakan industri migas berkaitan dengan zat-zat yang berbahaya berpotensi terjadinya paparan gas toxic H2S yang dipacu oleh udara panas sekitar yang sangat berbahaya terhadap tubuh pekerja. Titik penyebaran gas H2S paling tinggi di kilang PT Kilang Pertamina Internasional RU IV Cilacap dan banyak ditemukan berada di area Sulfur Recovery Unit (SRU). Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan memberikan penilaian tingkat risiko (risk rating) terhadap potensi bahaya yang dapat terjadi pada aktivitas pekerjaan pemeliharaan refrigent compresor menggunakan metode FMEA dan HIRADC. Berdasarkan analisis data menggunakan FMEA dari 42 risiko yang telah diidentifikasi, 9 risiko diantaranya masuk ke dalam kategori very high risk, 26 risiko masuk ke dalam highrisk, 7 risiko masuk ke dalam medium risk. Nilai RPN diatas nilai kritis RPN sebanyak 9 potensi bahaya dengan nilai kritis 146,38 dan prioritas perbaikan terdapat 9 risiko yang meliliki kategori risiko (dari tabel probability impact matrix) very high. Selanjutnya analisis risk priority menggunakan metode HIRADC untuk menentukan langkah-langkah pengendalian dilakukan didapatkan hasil untuk tingkat risiko high/tinggi sebesar 44,44%, Tingkat risiko moderate to high/ sedang ke tinggi sebesar 55,5 %. Setelah adanya pengendalian dilakukan ada perubahan pada beberapa tingkat risiko, kategori tingkat risiko low to moderate/ rendah sedang menjadi sebesar 100%. Rencana tindak pengendalian risiko yang dilakukan pada penelitian ini sesuai dengan hierarki K3 yaitu dengan cara rekayasa teknik, administrasi, dan alat pelindung diri (APD) memperbanyak sistem pendeteksian untuk melakukan pemantauan kadar konsentrasi gas H2S serta menyediakan Emergency Response Plan. | en_US |
| dc.identifier.uri | repository.uii.ac.id/handle/123456789/47150 | |
| dc.publisher | Universitas Islam Indonesia | en_US |
| dc.subject | Keselamatan dan Kesehatan Kerja | en_US |
| dc.subject | Risiko | en_US |
| dc.subject | HIRADC | en_US |
| dc.subject | FMEA | en_US |
| dc.subject | Hidrogen Sulfida | en_US |
| dc.title | Analisis Resiko Kecelakaan Kerja Pemeliharaan Refrigent Compresor menggunakan Metode Fmea dan Hiradc (Studi Kasus PT Kilang Pertamina Internasional RU IV Cilacap) | en_US |
| dc.type | Thesis | en_US |