<link rel="stylesheet" href="styles.f3b1fba60ec7970c.css">

Evaluasi dan Usulan Alternatif Struktur Perkerasan Pada Ruas Jalan Cipatujah- Kalapagenep - Pangandaran

Loading...
Thumbnail Image

Date

Journal Title

Journal ISSN

Volume Title

Publisher

Universitas Islam Indonesia

DOI

Abstract

Ruas Jalan Cipatujah - Kalapagenep – Pangandaran adalah salah satu jalan nasional yang memiliki ± 90 km. Seiring dengan meredanya pandemi Covid-19 serta meningkatnya jumlah wisatawan yang berkunjung ke Pangandaran sebagai salah satu destinasi unggulan, pemerintah berupaya meningkatkan kelayakan Jalan Nasional di wilayah tersebut pada tahun 2022, yang kemudian direncanakan dibuka pada awal tahun 2023. Penelitian dilakukan untuk mengevaluasi ketebalan setiap lapisan perkerasan dan mengalisis tegangan regangan, mengusulkan alternatif desain perkerasa,n dan membandingkan setiap desain perkerasan supaya menghasilkan desain perkerasan yang efektif dan efisien. Penelitian ini dilakukan menggunakan metode yang dipedomani dari data desain eksisting yang merupakan metode Bina Marga 2017 dan menggunakan metode AASHTO 1993 untuk perbandingan hasil yang lebih layak. Pada desain Bina Marga 2017 menggunakan CTB dan metode AASHTO 1993 menggunakan material dari data yang sudah disesuaikan. Dari kedua metode yang sudah direncanakan, dievaluasi menggunakan Software KENPAVE untuk mendapatkan nilai tegangan dan regangan pada setiap desain perkerasan serta mengetahui prediksi kerusakan yang terjadi, maka dari itu akan mendapatkan sisa umur layan pada setiap kerusakan. Hasil penelitian yang sudah dilakukan perkerasan eksisting tidak mampu menahan beban lalu lintas untuk umur rencana yang sudah ditetapkan. Dengan demikian, dibutuhkan desain perkerasan alternatif dari setiap metode agar mampu menahan beban lalu lintas tersebut dan sesuai dengan umur rencana. Pada metode alternatif Bina Marga 2017 yang sudah dianalisis menggunakan KENPAVE lapisan yang digunakan AC-WC 40 mm, AC-BC 450 mm, CTB 150 mm dan LPA 150 mm. Pada alternatif penggantian material AASHTO 1993 yang sudah dianalisis menggunakan KENPAVE lapisan yang digunakan AC-WC 40 mm, AC-BC 100 mm, AC BASE 200 mm dan LPA 250 mm. Hasil yang optimal didapatkan pada desain perkerasan alternatif penggantian material AASHTO 1993 dikarenakan memiliki tebal yang paling efektif dan efisien dibandingkan dengan metode Bina Marga 2017.

Description

Citation

Endorsement

Review

Supplemented By

Referenced By