<link rel="stylesheet" href="styles.f3b1fba60ec7970c.css">

Redesain Taman Buaya di Kabupaten Bekasi dengan Pendekatan Arsitektur Ekologis

Loading...
Thumbnail Image

Date

Journal Title

Journal ISSN

Volume Title

Publisher

Universitas Islam Indonesia

DOI

Abstract

Perancangan Taman Buaya Indonesia Jaya dilakukan untuk mendukung upaya konservasi buaya sekaligus menyediakan fasilitas edukasi serta wisata konservasi yang lebih layak. Ancaman terhadap keberadaan buaya terus meningkat akibat perburuan liar, perdagangan ilegal, dan kerusakan habitat alami. Kondisi tersebut memicu meningkatnya konflik antara buaya dan manusia, sehingga keberadaan buaya sering dianggap mengancam permukiman masyarakat. Secara eksisting, Taman Buaya Indonesia Jaya memiliki potensi besar untuk dikembangkan sebagai kawasan konservasi dan edukasi. Namun, kawasan ini masih menghadapi berbagai keterbatasan, terutama pada kualitas ruang, pengaturan zonasi, sistem sirkulasi, serta ketersediaan fasilitas pendukung bagi pengunjung maupun pengelola. Oleh karena itu, perancangan ini diarahkan untuk menciptakan kawasan yang mampu mengintegrasikan fungsi konservasi, edukasi, dan wisata dalam satu tatanan ruang yang lebih terstruktur. Pendekatan desain mengacu pada prinsip arsitektur ekologi, yang mencakup penyesuaian desain terhadap kondisi alam setempat, efisiensi energi, pemanfaatan material daur ulang, pengelolaan sistem air, serta penciptaan keamanan dan kenyamanan bagi pengguna. Perancangan juga menitikberatkan pada sistem utilitas kawasan, khususnya pengelolaan air untuk mendukung kebutuhan hidup buaya agar tidak menimbulkan pencemaran lingkungan. Selain itu, penyusunan zonasi dirancang dengan hierarki yang jelas antara area publik, semi publik, dan area privat yang diperuntukkan bagi aktivitas pengelolaan serta penangkaran. Hasil akhir perancangan menghasilkan integrasi antara habitat buaya dan aktivitas manusia melalui penyediaan jalur tematik berdasarkan siklus hidup buaya, viewing deck, ruang edukasi, serta fasilitas penelitian yang mendorong peningkatan kesadaran masyarakat terhadap konservasi satwa. Sistem sirkulasi pengunjung dirancang mengikuti alur perjalanan kehidupan buaya, mulai dari fase tukik hingga buaya dewasa, sekaligus disesuaikan dengan kondisi tapak. Dengan demikian, perancangan Taman Buaya Indonesia Jaya diharapkan mampu menjadi kawasan konservasi yang edukatif, berkelanjutan, dan memiliki kualitas wisata yang lebih baik.

Description

Keywords

Citation

Collections

Endorsement

Review

Supplemented By

Referenced By