Realitas Halaqah Pendidikan Al-qur'an Antara Madrasah Al-adl di Yaman dan Institut Al-wadi Al-mubarak di Indonesia: Studi Analisis Komparatif Tentang Metode Pengajaran
Files
Date
Authors
Journal Title
Journal ISSN
Volume Title
Publisher
DOI
Abstract
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan membandingkan realitas halaqah Qur’aniyah (lingkaran pengajaran Al-Qur’an) yang bersifat edukatif di Madrasah Al-‘Adil di Yaman dan Ma’had Al-Wadi Al-Mubarak di Indonesia, dengan fokus pada metode pengajaran dan pendekatan pendidikan keagamaan yang digunakan. Peneliti menggunakan metode deskriptif-analitis yang didukung oleh kerja lapangan, serta memanfaatkan pengalaman panjangnya dalam bidang pendidikan di kedua negara. Pentingnya penelitian ini terletak pada peran vital halaqah Al-Qur’an dalam
membentuk kepribadian siswa muslim, melalui integrasi antara pengajaran Al- Qur’an dengan pendidikan moral dan perilaku. Penelitian menunjukkan bahwa
halaqah di Yaman cenderung menggunakan metode tradisional yang berfokus pada hubungan langsung antara syaikh dan murid, dengan metode penghafalan, pengulangan, dan kedisiplinan ketat. Sementara itu, halaqah di Indonesia menonjol dalam pendekatan interaktif modern yang memanfaatkan media edukatif dan teknologi digital, serta menggabungkan antara hafalan, pemahaman, dan penerapan. Studi ini mencakup analisis rinci terhadap struktur organisasi, kurikulum, metode pengajaran, serta pengaruhnya terhadap peserta didik di kedua institusi. Selain itu, dibahas juga konteks sosial dan budaya yang mempengaruhi proses pendidikan, serta kekuatan dan tantangan yang dihadapi masing-masing lembaga. Kesimpulan dari penelitian ini adalah adanya perbedaan mencolok antara kedua model, di mana madrasah di Yaman unggul dalam aspek spiritual dan dasar keilmuan, sedangkan institusi di Indonesia unggul dalam penerapan metode pendidikan modern dan pengaktifan nilai-nilai Islam dalam kehidupan nyata siswa. Penelitian ini memberikan beberapa rekomendasi, di antaranya: memperkuat integrasi antara hafalan, pemahaman, dan pendidikan dalam kedua model, melakukan pertukaran pengalaman antar lembaga Al-Qur’an di dunia Islam, mengadopsi media pembelajaran berbasis teknologi yang menarik, serta meningkatkan kompetensi pendidik secara pedagogis dan keterampilan untuk menghadapi tantangan zaman.