Pengetahuan dan Sikap Ibu Hamil Terhadap Swamedikasi di Kabupaten Bantul, Yogyakarta
Files
Date
Authors
Journal Title
Journal ISSN
Volume Title
Publisher
DOI
Abstract
Latar belakang : Pengobatan sendiri pada ibu hamil memerlukan kehati-hatian karena dapat menimbulkan konsekuensi pada janin. Pengetahuan dan sikap ibu hamil perlu diteliti untuk memastikan keamanan obat khususnya di wilayah Bantul. Tujuan : Untuk mengetahui gambaran pengetahuan dan sikap ibu hamil terhadap swamedikasi, serta hubungan antara sosiodemografi responden dengan pengetahuan dan sikap ibu hamil dalam melakukan swamedikasi di Kabupaten Bantul. Metode : Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif analitik dengan rancangan cross sectional. Studi ini melibatkan ibu hamil sebanyak 219 responden selama periode Juni - September 2023 dengan kriteria ibu hamil yang melakukan kontrol kehamilan di puskesmas wilayah Bantul serta bersedia menjadi responden dengan menandatangani informed consent. Data dianalisis secara menggunakan uji rank spearman dan chi square. Hasil : Mayoritas memiliki karakteristik usia 20-30 tahun (57,5%), dengan usia kehamilan trimester III (42,5%), hamil anak ke-1 (39,7%), tingkat pendidikan SMA/Sederajat (45,2%), berrprofesi sebagai ibu rumah tangga (66,2%), pendapatan keluarga Rp. 1.500.000 – Rp. 3.000.000 ( 42,9%), jarak rumah ke fasilitas kesehatan >2 km (47,5%). Pengetahuan swamedikasi ibu hamil dikategorikan buruk (73,5%). Sementara itu, sikap dalam melakukan swamedikasi menunjukkan sikap positif sebanyak 50,2%. Kesimpulan: Tidak terdapat hubungan yang signifikan antara sosiodemografi responden dengan pengetahuan dan sikap ibu hamil dalam melakukan swamedikasi