Analisis Dan Perbaikan Kualitas Produksi Packaging Dengan Mengunakan Pendekatan Dmaic (Studi Kasus Pt Yogyakartas Mega Grafika, Yogyakarta)
| dc.Identifier.NIM | 17522139 | |
| dc.contributor.advisor | Winda Nur Cahyo, S.T., M.T., Ph.D | |
| dc.contributor.author | DIMASTERA PUTRADIESKA | |
| dc.date.accessioned | 2022-05-20T02:30:07Z | |
| dc.date.available | 2022-05-20T02:30:07Z | |
| dc.date.issued | 2021-11-10 | |
| dc.description.abstract | Industri packaging merupakan industri yang berperan penting dalam menunjang operasional industri lain seperti industri manufaktur dan jasa, (Silayoi & Speece, 2004). PT. Yogyakartas Mega Grafika merupakan salah satu perusahaan yang bergerak dalam bidang produksi produk kemasan atau packaging. Adanya beberapa keluhan dari konsumen terkait spesifikasi produk seperti warna yang tidak sesuai, flek pada kertas dan adanya baret pada cetakan merupakan salah satu kendala yang sedang dihadapi oleh PT. Yogyakartas Mega Grafika dari segi kualitas produknya. Berdasarkan dari total produksi pada periode bulan Februari – Juni 2021, ditemukan defect produk sebanyak 8506 defect dari total 194530 produksi atau sebesar 4.27%. Dilihat dari hal tersebut, apabila dibiarkan dapat merugikan perusahaan karena akan memakan waktu produksi dalam melakukan rework dan dapat menimbulkan biaya operasional tambahan tentunya. Oleh karena itu, diperlukan suatu metode analisis pengendalian kualitas menggunakan metode Six Sigma melalui tahapan DMAIC, yang disertai dengan identifikasi akar penyebab permasalahan menggunakan Fishbone Diagram dan melakukan analisis terkait tingkat kepentingan perbaikan menggunakan Failure Mode and Effect Analysis (FMEA) serta mengupayakan perbaikan berkesinambungan dengan konsep 5W+1H. Dari pengolahan data didapatkan hasil nilai DPMO dari produk packaging sebesar 4269.73 dengan tingkat sigma pada 4.13-sigma, yang artinya jika perusahaan memproduksi sebanyak 1 juta produk packaging, maka ditemukan 4269.73 defect. Dari hasil analisis dapat disimpulkan bahwa faktor penyebab defect yang diprioritaskan untuk dilakukan perbaikan (improvement) adalah karena faktor mesin, manusia dan lingkungan. Selanjutnya berdasarkan analisis 5W+1H maka diberikan upaya tindakan yang harus dilakukan perusahaan yaitu dengan melakukan perawatan dan pengecekan mesin, pengawasan atau kontrol, memberikan SOP dan adanya training untuk meningkatkan kompetensi operator serta lebih memperhatikan suhu dan kondisi ruang penyimpanan bahan baku juga area produksi. | en_US |
| dc.identifier.uri | https://repository.uii.ac.id/handle/123456789/37413 | |
| dc.publisher | Universitas Islam Indonesia | en_US |
| dc.subject | Packaging | en_US |
| dc.subject | Defect | en_US |
| dc.subject | Six Sigma | en_US |
| dc.subject | DMAIC | en_US |
| dc.subject | Fishbone Diagram | en_US |
| dc.subject | FMEA | en_US |
| dc.subject | 5W+1H | en_US |
| dc.title | Analisis Dan Perbaikan Kualitas Produksi Packaging Dengan Mengunakan Pendekatan Dmaic (Studi Kasus Pt Yogyakartas Mega Grafika, Yogyakarta) | en_US |