Analisis Faktor Yang Menentukan Intensi Penggunaan Paylater Pada Mahasiswa: Studi Exploratory Factor Analysis (EFA)
Files
Date
Authors
Journal Title
Journal ISSN
Volume Title
Publisher
DOI
Abstract
Perkembangan teknologi keuangan digital telah mendorong pertumbuhan layanan PayLater sebagai alternatif pembayaran yang populer di kalangan mahasiswa. Namun, di balik kemudahannya, penggunaan PayLater juga menimbulkan kekhawatiran terkait perilaku konsumtif dan rendahnya literasi keuangan. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan mengeksplorasi faktor-faktor utama yang memengaruhi intensi mahasiswa dalam menggunakan layanan PayLater berdasarkan pendekatan empiris. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif eksploratori dengan metode survei. Data dikumpulkan melalui penyebaran kuesioner daring kepada 327 mahasiswa aktif berusia 18–25 tahun yang memenuhi syarat sebagai responden penelitian. Analisis data dilakukan dengan metode Exploratory Factor Analysis (EFA) untuk mengungkap struktur laten dari 47 indikator yang disusun berdasarkan teori dan penelitian terdahulu. Hasil analisis menunjukkan terbentuknya tiga faktor utama yang memengaruhi intensi penggunaan PayLater, yaitu (1) Habit and Social Influence, (2) Perceived Service Quality, dan (3) Financial Attitude and Control, yang secara kumulatif menjelaskan 53,206% dari total varians. Temuan ini menegaskan bahwa intensi mahasiswa dalam menggunakan PayLater tidak hanya dipengaruhi oleh kualitas layanan digital, tetapi juga oleh kebiasaan serta pengaruh sosial, serta sikap dan kontrol diri dalam pengambilan keputusan finansial. Temuan ini memberikan implikasi yang signifikan. Bagi penyedia layanan, hasil penelitian menekankan pentingnya meningkatkan kemudahan penggunaan, kualitas layanan, serta keamanan sistem, di samping mempertimbangkan pengaruh sosial yang kuat di kalangan mahasiswa. Dari sisi mahasiswa, peningkatan literasi dan sikap keuangan menjadi penting agar penggunaan PayLater lebih bijak. Sementara itu, bagi regulator, hasil penelitian menunjukkan perlunya kebijakan yang mampu menyeimbangkan inovasi layanan keuangan digital dengan perlindungan konsumen.