Peran Kepempinan Kiai Ahmad Fanani Amir dalam Membentuk Karakter Santri di Pondok Pesantren Alrahmah Serang Banten
Date
Authors
Journal Title
Journal ISSN
Volume Title
Publisher
DOI
Abstract
ini dilatarbelakangi oleh peran kepemimpinan Kiai dalam membentuk karakter santri, Kiai memiliki peran yang sangat besar dan stategis dalam upaya pembentukan karakter santri agar mereka memiliki akhlak dan karakteristik yang baik. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan: (1) Peran kepemimpinan Kiai Ahmad Fanani Amir dalam membentuk karakter santri di Pondok Pesantren Al-Rahmah Serang, (2) Kiat-kiat dan upaya Kiai Ahmad Fanani Amir dalam membentuk karakter santri, (3) Kendala yang dihadapi Kiai Ahmad Fanani Amir dalam membentuk karakter santri. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif, Subjek penelitian ini adalah Kiai Ahmad Fanani Amir, guru dan santri di Pondok Pesantren Al- Rahmah. Objek penelitian ini berupa peran kepemimpinan Kiai Ahmad Fanani Amir dalam membentuk karakter santri. Teknik yang digunakan dalam menentukan subjek penelitian ini menggunakan teknik purposive sampling yaitu memiliki kriteria tertentu yang dapat memperkuat alasan seseorang menjadi subjek penelitian. Teknik pengumpulan data dengan metode wawancara, observasi, dokumentasi. Keabsahan datanya menggunakan triangulasi, dan analisis datanya model interaktif yang terdiri dari pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan atau verifikasi. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa: (1) Peran kepemimpinan Kiai Ahmad Fanani Amir dalam membentuk karakter santri di pesantren Al-Rahmah merupakan komponen yang sangat esensial dan merupakan figur yang sangat sentral yang mengatur kelangsungan pesantren, oleh karena itu dapat dikatakan kemajuan dan perkembangan pesantren tergantung pada kualitas pribadi Kiai. (2) Kiat-kiat dan upaya Kiai Ahmad Fanani Amir dalam membentuk karakter santri yaitu: berusaha menjadi suri tauladan, menyusun kurikulum, melakukan pendekatan dengan santri, menasehati, memotivasi, melatih jiwa kepemimpinan, disiplin, membebaskan santri untuk berkreasi dan berinovasi, mengadakan kegiatan ekstrakulikuler. (3) Kendalanya pelanggaran yang dilakukan santri, kurang mencontoh perilaku Kiai, komplen dari wali santri, kurangnya fasilitas. Solusinya melakukaan musyawarah dengan wali santri, adanya sistem pondok dan disiplin pondok, melakukan inovasi baru.