Studi Deskriptif Tren Penggunaan Obat-obat Kardiovaskular di Seluruh Puskesmas di Kabupaten Sleman Periode 2020-2024
Files
Date
Authors
Journal Title
Journal ISSN
Volume Title
Publisher
DOI
Abstract
Latar belakang: Dinas Kesehatan Sleman melaporkan bahwa dua penyakit kardiovaskular masuk dalam lima besar penyakit tertinggi di puskesmas. Kondisi ini menyebabkan meningkatnya kebutuhan penggunaan obat kardiovaskular. Oleh karena itu, diperlukan penelitian mengenai penggunaan obat kardiovaskular pada pasien di puskesmas Kabupaten Sleman. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui profil penggunaan obat kardiovaskuler di seluruh puskesmas di Kabupaten Sleman periode tahun 2020-2024 dan mengetahui perubahan penggunaan obat kardiovaskular di Kabupaten Sleman periode tahun 2020-2024 secara kuantitatif berdasarkan jenis dan golongan obat. Metode: Skema penelitian ini menggunakan desain studi retrospektif dengan pendekatan deskriptif dan analitik berdasarkan data penggunaan obat-obat kardiovaskular tahun 2020–2024 yang diperoleh dari Unit Pelaksanaan Teknik (UPT) Pengelolaan Obat dan Alat Kesehatan (POAK) dan Pelayanan Medis Dinas Kesehatan Sleman. Data yang dikumpulkan berupa jenis, bentuk sediaan, kuantitas obat, serta jumlah kunjungan pasien puskesmas, kemudian dianalisis menggunakan metode ATC/DDD dan DU90%. Hasil analisis digunakan untuk mengetahui pola dan rasionalitas penggunaan obat kardiovaskular di Kabupaten Sleman. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa obat dengan rata-rata penggunaan tertinggi periode 2020-2024 adalah amlodipin 10 mg (208,66 DDD/1000penduduk), diikuti amlodipin 5 mg (73,98 DDD/1000penduduk), dan lisinopril 10 mg (15,49 DDD/1000penduduk). Analisis DU90% menunjukkan konsistensi amlodipin masuk dalam kategori DU90%. Selain itu, juga terdapat kaptopril, hidroklorotiazid, lisinopril, dan simvastatin pada periode tertentu.