<link rel="stylesheet" href="styles.f3b1fba60ec7970c.css">

EFEKTIVITAS TERAPI PADA PASIEN PENYAKIT PARU OBSTRUKSI KRONIK (PPOK) DI RUMAH SAKIT PKU MUHAMMADIYAH YOGYAKARTA

dc.contributor.advisorChynthia Pradiftha Sari, M.Sc., Apt
dc.contributor.advisorSuci Hanifah, M.Si, Ph. D, Apt.
dc.contributor.authorYuni Anisa, 14613190
dc.date.accessioned2018-08-15T09:14:58Z
dc.date.available2018-08-15T09:14:58Z
dc.date.issued2018-08-03
dc.description.abstractLatar belakang: Penyakit paru obstruksi kronik (PPOK) termasuk salah satu kelompok penyakit tidak menular yang menjadi masalah di bidang kesehatan baik di indonesia maupun di dunia. Pada PPOK tidak ada terapi spesifik yang dapat memulihkan, pemberian terapi standar tidak menghentikan progresivitas penyakit sehingga kerusakan saluran napas dan paru yang bersifat ireversibel tetap berlangsung walaupun lebih lambat dibandingkan penderita yang tidak menerima terapi standar. Tujuan: Melihat gambaran terapi, efektivitas terapi dan hubungan antara karakteristik dengan efektivitas terapi pada pasien PPOK rawat jalan di Rumah Sakit PKU Muhammadiyah Yogyakarta. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian observasional dengan rancangan cross sectional, penelitian dilakukan selama bulan maret sampai mei 2018, melibatkan sebanyak 46 pasien dengan usia ≥ 40 tahun dan sudah pernah mendapatkan terapi sebelumnya minimal 1 bulan pengobatan. Efektivitas terapi pasien PPOK diukur dengan COPD Assasment Test (CAT). Data diolah secara deskriptif analitik. Hasil dan Kesimpulan: Gambaran terapi yang paling banyak digunakan di Rumah Sakit PKU Muhammadiyah Yogyakarta adalah Kombinasi kortikosteroid inhalasi (ICS)/ Long-acting Beta-agonis(LABA) berupa flutikason/salmeterol 250 mcg 2 kali sehari 1 inhalasi sebanyak 41,3% (19 orang). Efektivitas terapi pasien PPOK di Rumah Sakit PKU Muhammadiyah Yogyakarta dengan kategori efektivitas terapi sangat efektif (Skor CAT <10), yaitu sebesar 69,5% (32 orang), terapi cukup efektif (Skor CAT 10-20) sebanyak 30,5% (14 orang), tidak terdapat pasien dengan kategori terapi kurang efektif dan tidak efektif. Terdapat hubungan yang signifikan pada karakteristik pekerjaan dengan nilai signifikansi 0,030 (P<0,1) yang berarti terdapat hubungan antara pekerjaan dengan efektivitas terapi.en_US
dc.identifier.urihttps://repository.uii.ac.id/handle/123456789/9748
dc.publisherUniversitas Islam Indonesiaen_US
dc.subjectPPOKen_US
dc.subjectGambaran terapien_US
dc.subjectEfektivitas Terapien_US
dc.titleEFEKTIVITAS TERAPI PADA PASIEN PENYAKIT PARU OBSTRUKSI KRONIK (PPOK) DI RUMAH SAKIT PKU MUHAMMADIYAH YOGYAKARTAen_US
dc.typeUndergraduate Thesisen_US

Files

Original bundle

Now showing 1 - 4 of 4
Loading...
Thumbnail Image
Name:
01.0 cover.pdf
Size:
233.95 KB
Format:
Adobe Portable Document Format
Description:
Loading...
Thumbnail Image
Name:
02 halaman persembahan.pdf
Size:
657.53 KB
Format:
Adobe Portable Document Format
Description:
Loading...
Thumbnail Image
Name:
03 daftar isi.pdf
Size:
185.27 KB
Format:
Adobe Portable Document Format
Description:
Loading...
Thumbnail Image
Name:
04 abstrak.pdf
Size:
380.47 KB
Format:
Adobe Portable Document Format
Description:

License bundle

Now showing 1 - 1 of 1
Loading...
Thumbnail Image
Name:
license.txt
Size:
1.71 KB
Format:
Item-specific license agreed upon to submission
Description:

Collections