Studi Analisis Respon Struktur Bangunan Fasilitas Kritis di Yogyakarta Akibat Beban Gempa Riwayat Waktu
| dc.Identifier.NIM | 21511139 | |
| dc.contributor.author | Nazihantya, Najmira Ghaida | |
| dc.date.accessioned | 2026-05-25T04:51:20Z | |
| dc.date.available | 2026-05-25T04:51:20Z | |
| dc.date.issued | 2026 | |
| dc.description.abstract | Indonesia merupakan wilayah dengan tingkat aktivitas seismik tinggi akibat posisinya pada pertemuan tiga lempeng tektonik utama, sehingga berpotensi mengalami gempa bumi merusak. Daerah Istimewa Yogyakarta termasuk kawasan rawan gempa karena kedekatannya dengan zona megathrust selatan Jawa dan keberadaan Sesar Opak. Berdasarkan SNI 1726:2019, rumah sakit dikategorikan sebagai bangunan risiko IV, dituntut untuk tetap berfungsi selama dan setelah gempa. Oleh karena itu, analisis respons struktur terhadap beban gempa perlu dilakukan dengan metode analisis yang mampu merepresentasikan perilaku dinamik struktur secara realistis. Penelitian ini bertujuan menganalisis respons struktur fasilitas kritis, Gedung Ibu dan Anak RSUP Dr. Sardjito Yogyakarta, terhadap beban gempa menggunakan analisis dinamik linear riwayat waktu. Pemodelan struktur dilakukan secara tiga dimensi menggunakan perangkat lunak ETABS dengan meninjau data geometri, mutu material, dan pembebanan sesuai SNI 1727:2020. Parameter kegempaan ditentukan berdasarkan SNI 1726:2019. Analisis menggunakan tiga rekaman gempa riwayat waktu yang telah dicocokkan secara spektral. Parameter respons struktur yang ditinjau meliputi gaya geser dasar, simpangan, simpangan antar tingkat, dan efek P-Delta. Hasil analisis menunjukkan bahwa respons struktur terbesar terjadi akibat gempa Imperial Valley. Gaya geser dasar yang dihasilkan sebesar 73158,589 kN arah X dan 64544,513 kN arah Y. Simpangan maksimum arah X sebesar 72,234 mm dan arah Y 59,339 mm, sedangkan simpangan antar tingkat sebesar 34,701 mm. Hasil analisis P-Delta menunjukkan bahwa koefisien stabilitas akibat gempa riwayat waktu bernilai kurang dari 0,1, sehingga pengaruh P-Delta tidak perlu diperhitungkan. Secara keseluruhan, gedung yang diteliti memenuhi batas syarat simpangan antar tingkat dan stabilitas struktur sesuai dengan SNI 1726:2019. | en_US |
| dc.identifier.uri | repository.uii.ac.id/handle/123456789/62998 | |
| dc.publisher | Universitas Islam Indonesia | en_US |
| dc.subject | Fasilitas Kritis | en_US |
| dc.subject | Analisis Riwayat Waktu | en_US |
| dc.subject | Gaya Geser Dasar | en_US |
| dc.subject | Simpangan Antar Tingkat | en_US |
| dc.subject | P-Delta | en_US |
| dc.title | Studi Analisis Respon Struktur Bangunan Fasilitas Kritis di Yogyakarta Akibat Beban Gempa Riwayat Waktu | en_US |
| dc.type | Thesis | en_US |