<link rel="stylesheet" href="styles.f3b1fba60ec7970c.css">

Pengaruh Ukuran Cacahan Tongkol Jagung Sebagai Agregat Pada Batako Terhadap Aspek Teknis, Redaman Panas, dan Biaya Produksi

Loading...
Thumbnail Image

Date

Journal Title

Journal ISSN

Volume Title

Publisher

Universitas Islam Indonesia

DOI

Abstract

Batako merupakan salah satu unsur bahan bangunan pracetak yang paling sering digunakan pada komponen bangunan non-struktural seperti dinding. Material campuran yang sering digunakan untuk membuat batako yaitu semen, agregat, dan air. Tetapi saat ini telah banyak penelitian tentang batako yang menambahkan material limbah sebagai alternatif seperti Fahri (2020) dan Fahdila (2022) untuk menghasilkan batako yang lebih ringan, murah, dan tetap memenuhi persyaratan mutu sesuai SNI. Limbah yang disoroti adalah limbah pertanian seperti tongkol jagung karena jumlahnya yang sangat melimpah. Penelitian akan menggunakan tongkol jagung sebagai pengganti agregat pada batako berlubang. Terdapat 2 (dua) variasi ukuran cacahan tongkol jagung yaitu ukuran 0,5 cm (A) dan 1,0 cm (B) kemudian setiap variasi ukuran cacahan akan ada 4 (empat) variasi komposisi yang berbeda. Metode pencetakan menggunakan mesin pres dan pencampuran menggunakan mesin mixer kemudian dilakukan beberapa pengujian, yaitu berat volume, kuat desak, penyerapan air mengacu pada SNI 03-0349-1989 dan pengujian redaman panas. Selain itu, akan dilakukan perhitungan biaya produksi. Hasil penelitian ini dapat ditarik kesimpulan bahwa batako yang menggunakan variasi ukuran cacahan tongkol jagung A=0,5 cm lebih tinggi pada pengujian kuat desak, penyerapan air, dan perhitungan biaya produksi. Sedangkan batako yang menggunakan variasi ukuran cacahan B=1,0 cm unggul pada pengujian berat volume dan redaman panas.

Description

Citation

Endorsement

Review

Supplemented By

Referenced By