Analisis Efektivitas Penerapan Manajemen Risiko Berbasis Iso 31000:2018 Framework dan Pengaruhnya terhadap Kinerja Operasional Unit Pembangkit
Loading...
Files
Date
Authors
Journal Title
Journal ISSN
Volume Title
Publisher
Universitas Islam Indonesia
DOI
Abstract
Pembangkit listrik memegang peranan yang sangat penting dalam menjamin keandalan sistem
kelistrikan nasional. Namun, tantangan dalam mengelola risiko operasional dapat berdampak
signifikan terhadap pencapaian Key Performance Indicator (KPI) unit pembangkit. Penelitian
ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas penerapan manajemen risiko berbasis ISO
31000:2018 dan pengaruhnya terhadap kinerja operasional unit PLTU Anggrek sebagai studi
kasus. Metode yang digunakan adalah House of Risk (HOR) yang terdiri dari dua fase:
identifikasi dan prioritisasi agen risiko (fase 1), serta penentuan dan evaluasi tindakan mitigasi
risiko (fase 2). Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara dan kuesioner terhadap divisi
Risk management & Compliance (RMC) dan tim unit PLTU Anggrek. Hasil penelitian
menunjukkan bahwa dari 10 Risk event terdapat 17 Risk agent dengan 7 Risk agent diantaranya
yang dominan dan menjadi prioritas mitigasi. Implementasi tindakan mitigasi berdasarkan hasil
HOR fase 2 menghasilkan peningkatan pada capaian KPI unit PLTU Anggrek khususnya dalam
indikator Equivalent Availability Factor (EAF), Net Plant Heat rate (NPHR), Specific Fuel
Consumption (SFC), dan Sudden Outage Frequency (SdOF). Namun, untuk indikator lainnya
seperti Equivalent Forced Outage Rate (EFOR), Start-Up Frequaency (SOF), Net Capacity
Factor (NCF) masih diperlukan waktu peningkatan hingga akhir tahun 2025. Secara
keseluruhan, penelitian ini membuktikan bahwa penerapan ISO 31000:2018 melalui
pendekatan HOR mampu megidentifikasi risiko secara sistematis dan memberikan kontribusi
yang nyata terhadap peningkatan kinerja operasional unit pembangkit.
Kata Kunci: ISO 31000:2018, Manajemen Risiko, House of Risk, PLTU Anggrek, Kinerja
Operasional