Pengaruh Penggantian Pasir Dengan Ampas Tebu Sebesar 25% Dan 50% Terhadap Kuat Tekan Beton f’c=20 MPa
Date
Authors
Journal Title
Journal ISSN
Volume Title
Publisher
DOI
Abstract
Ampas tebu merupakan limbah dari penggilingan pabrik gula yang berbentuk ampas serat kering yang pemanfaatannya dinilai kurang optimum, maka dari itu pemanfaatan ampas tebu dicoba untuk lebih dioptimumkan yaitu digunakan untuk bahan penyusun beton sebagai bahan pengganti pasir. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penggantian pasir menggunakan ampas tebu sebanyak 25% dan 50% pada campuran beton normal. Pada penelitian ini dilakukan pengujian kuat tekan beton dan kuat lentur beton dengan tiga variasi perbandingan benda uji yaitu : Beton normal dengan kuat tekan rencana 20 MPa, B-25% yaitu beton dengan penggantian pasir sebanyak 25% pasir dari jemlah pasir pada beton normal, dan B-50% yaitu beton dengan penggantian pasir sebanyak 50% pasir dari jemlah pasir pada beton normal. Benda uji yang digunakan pada penelitian ini adalah silinder berukuran diameter 15 cm x tinggi 30 cm sebanyak 3 buah untuk masing-masing variasi dan balok berukuran 15 cm x 15 cm x 75 cm, dimana pengujian kuat tekan dan kuat lentur dilakukan pada umur 28 hari dengan perawatan menggunakan karung goni yang dibasahi hingga 28 hari dan dilakukan penyiraman secara rutin setiap hari agar karung goni tetap basah. Hasil analisis data pengujian beton normal dengan beton yang menggunakan bahan pengganti pasir menunjukkan penurunan, hal ini dikarenakan adanya pengaruh penggantian pasir menggunakan ampas tebu. Peningkatan penggantian ampas tebu pada setiap variasi menyebabkan penurunan berat volume benda uji pada umur 28 hari. Hal ini dikarenakan berat jenis ampas tebu lebih kecil dari berat jenis pasir. Dari tiga variasi campuran, penurunan yang segnifikan terjadi pada pengujian kuat tekan beton dari kuat tekan beton normal sebesar 20,58 MPa, dengan penurunan menjadi 48,19% yaitu sebesar 9,92 MPa pada B-25% dan mengalami penurunan hingga 38,43 % pada B-50% yaitu sebesar 7,91 MPa. Tetapi jika dilihat dari hasil uji kuat lentur yang terjadi pada benda uji maka tidak terjadi penurunan kuat lentur yang segnifikan seperti pada pengujian uji kuat tekan, pada beton normal kuat lentur beton sebesar 39,28 kg/cm2, pada B-25% memiliki nilai kuat lentur sebesar 87,67% dari kuat lentur pada beton normal yaitu 34,44 kg/cm2, dan pada B-50% memiliki kuat letur 60,12% dari beton normal yaitu sebesar 23,61 kg/cm2. Berdasarkan data hasil uji beton yang didapat pada pengujian ini maka beton B-25% dan B- 50% dapat dikategorikan sebagai beton ringan dengan kekuatan menengah (moderate strength concretes) dan dapat direkomendasikan pada bangunan sederhana (non engineering building). Kata kunci : beton ampas tebu, kuat desak, kuat lentur