<link rel="stylesheet" href="styles.f3b1fba60ec7970c.css">

Perbandingan Respons Struktur Gedung dengan Variasi Bentuk Denah menggunakan Metode Respons Spektrum dan Time History

Loading...
Thumbnail Image

Date

Journal Title

Journal ISSN

Volume Title

Publisher

Universitas Islam Indonesia

DOI

Abstract

Yogyakarta termasuk salah satu wilayah dengan tingkat kerawanan gempa tertinggi di Indonesia, yang terbukti dengan terjadinya gempa bermagnitudo 5,9 SR pada tahun 2006. Oleh karena itu, analisis respons struktur sangat penting dilakukan untuk menjamin keamanan dan kelayakan bangunan di kawasan ini. Dalam merencanakan bangunan tahan gempa, analisis dinamik struktur diperlukan guna memperoleh gambaran respons yang lebih akurat. Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan respons struktur bangunan menggunakan metode Response Spectrum dan Time History pada variasi bentuk denah bangunan. Pemodelan dilakukan dengan perangkat lunak ETABS V22 pada bangunan berbentuk persegi, T, dan L. Beban gempa ditetapkan mengacu pada SNI 1726:2019, dengan rekaman gempa yang telah disesuaikan melalui proses spectral matching terhadap respons spektrum target. Parameter yang dianalisis meliputi Base Shear, ketidakberaturan, perpindahan (displacement), serta simpangan antar tingkat (Story drift). Berdasarkan hasil analisis, Response Spectrum Analysis (RSA) menunjukkan perilaku struktur yang lebih konservatif dengan perbedaan gaya geser dasar antar arah yang sangat kecil, yakni rata-rata 0,872%, mengindikasikan respons yang relatif seimbang pada arah X dan Y. Ketidakberaturan horizontal tipe 1a dan 1b hanya teridentifikasi pada gedung T pada arah X, sementara seluruh model tetap tergolong regular terhadap ketidakberaturan vertikal. Respons perpindahan pada RSA cenderung lebih dominan pada arah X dengan rerata 194,175 mm dibandingkan arah Y sebesar 179,262 mm, menghasilkan selisih 7,680%, dan pola serupa ditunjukkan oleh story drift dengan perbedaan 6,975%. Sebaliknya, Time History Analysis (THA) memperlihatkan sensitivitas yang lebih tinggi terhadap arah pembebanan dan karakteristik input gempa, tercermin dari selisih gaya geser dasar sebesar 11,040% dengan respons arah X yang lebih besar. Meskipun tidak terdeteksi ketidakberaturan struktur, respons displacement THA lebih dominan pada arah Y dengan selisih 14,442%, sementara perbedaan story drift relatif kecil, yaitu 0,560%.

Description

Citation

Endorsement

Review

Supplemented By

Referenced By